Tembus 1,1 Juta Aduan dalam 5 Tahun, Menkomdigi Sebut SP4N-LAPOR Semakin Andal

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid. Foto: Dok. KemenPANRB.

Tembus 1,1 Juta Aduan dalam 5 Tahun, Menkomdigi Sebut SP4N-LAPOR Semakin Andal

Metro TV • 29 September 2026 15:37

Jakarta: Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, mengungkap jumlah aduan yang masuk ke SP4N-LAPOR dalam kurun waktu 2021 hingga 2026 sebesar 1,1 juta laporan. Hal itu membuktikan SP4N-LAPOR semakin andal.

“Hingga September 2026 SP4N-LAPOR telah menerima lebih dari 1,1 juta aduan. Kemudian terdapat 718 instansi yang sudah terdaftar dan aktif menggunakan SP4N-LAPOR. Dengan komposisi terbesar 546 pemerintahan daerah, kemudian disusul 119 kementerian dan lembaga, serta 53 BUMN,” kata Meutya dalam agenda Penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Sinergi Pengelolaan SP4N-LAPOR, Jakarta, Selasa, 29 September 2026.

Meutya menyebut sejauh ini aplikasi SP4N-LAPOR memiliki tingkat uptime (presentasi waktu website dapat diakses tanpa gangguan) yang baik. Performa teknis ini krusial guna menjamin portal aduan tetap mudah diakses masyarakat. 

“Tingkat uptime dari SP4N-LAPOR adalah 98,76 persen. Jadi artinya insyaallah masih kuat dan juga andal untuk diteruskan,” ujar Meutya.

Meutya mendorong masyarakat aktif menggunakan SP4N-LAPOR ketika ada keluhan. Sebab, laporan yang masuk akan diteruskan kepada instansi penanggung jawab yang tepat.

“Melalui prinsip no wrong door policy, masyarakat tidak dibebani lagi untuk mencari instansi yang tepat. Kita kadang-kadang di internal pemerintah pun bingung, ini tupoksinya ada di KL (kementerian/lembaga) mana. Jadi masyarakat tidak boleh dibingungkan lagi oleh itu,” ungkap Meutya.

Data aduan yang masuk di SP4AN-LAPOR. Foto: Dok. KemenPANRB.

Pemusatan kanal aduan pada SP4N-LAPOR menjadi langkah efisien yang mampu menghemat anggaran. Di samping itu, aduan lewat satu kanal ini turut menyingkat waktu, juga mengurangi duplikasi aplikasi yang tidak efisien.

“Maka melalui satu pintu (SP4N-LAPOR) ini dapat diteruskan ke pihak berwenang sampai ke penyelesaiannya. Sebagai aplikasi umum pemerintah, SP4N-LAPOR juga berfungsi menyatukan tata kelola pengaduan,” kata Meutya.

Dia turut menekankan aplikasi ini tidak hanya untuk wadah pengaduan. Melainkan juga menampung data sebagai acuan untuk menyusun kebijakan yang lebih baik di masa depan.

“Targetnya bukan hanya menjawab aduan, tapi juga mendapatkan data dan masukan untuk kemudian menjadi produk atau keputusan pengambilan kebijakan untuk perbaikan,” kata Meutya

Kemenkomdigi kini sedang mengembangkan SP4N-LAPOR. Yakni meningkatkan infrastruktur aplikasi, mengembangkan keterpaduan teknologi pada aplikasi, memfasilitasi interoperabilitas data, dan melakukan diseminasi informasi kepada publik.

(Merotvnews.com/Afifah Alfina)

(Siti Yona Hukmana)