Tekan Ketergantungan Impor, IISE 2026 Dorong Hilirisasi Riset di Pasar Bebas

Ketua Penyelenggara Indonesia Innovation Summit & Expo (IISE) 2026 Walneg S. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan Azhari

Tekan Ketergantungan Impor, IISE 2026 Dorong Hilirisasi Riset di Pasar Bebas

Andika Fauzan Azhari • 12 October 2026 20:56

Jakarta: Ketua Penyelenggara Indonesia Innovation Summit & Expo (IISE) 2026 Walneg S mengatakan ajang pameran ini dihadirkan untuk mendorong hilirisasi riset dan inovasi agar lebih berdaya saing, efisien, serta mampu menekan tingginya ketergantungan terhadap produk impor di pasar domestik.

"Kita ingin mendorong riset dan inovasi ini ke arah sana melalui salah satunya platform IISE ini," ujar Walneg dalam konferensi pers di Gedung B.J. Habibie BRIN, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026.

Walneg menjelaskan, penyelenggaraan IISE 2026 bertujuan untuk mengatasi kesenjangan antara hasil riset laboratorium dan kebutuhan nyata industri (The Valley of Death). Selama ini, banyak produk riset belum terserap optimal karena orientasi periset dan pelaku industri belum sepenuhnya terhubung.

Melalui platform terintegrasi ini, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berupaya menyelaraskan produk inovasi lokal dengan standar pasar, seperti pemenuhan kebutuhan swasembada pangan, energi, air, hingga sektor kesehatan yang sebagian besar produk obat-obatannya masih mengandalkan impor.


(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Jadi jembatan hilirisasi dan kebutuhan industri

Menurut Walneg, ajang yang akan diselenggarakan pada 10 hingga 13 Desember 2026 di ICE BSD ini dirancang bukan sekadar pameran biasa, melainkan sebagai pusat penghubung (integrated hub) antara periset, pemerintah, pelaku usaha, dan investor.

"Industri butuh apa, pergilah ke periset. Periset punya apa, sampaikanlah kepada industri," tambah Walneg.

Dengan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan tersebut, hasil riset unggulan dalam negeri diharapkan dapat langsung diserap oleh pasar domestik. Langkah ini sekaligus menjadi strategi jangka panjang untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional menyongsong Indonesia Emas 2045.

(Eko Nordiansyah)