BRIN Gandeng Venture Capital untuk Danai Deep-Tech Startup Lokal di IISE 2026

Ketua Penyelenggara Indonesia Innovation Summit & Expo (IISE) 2026 Walneg S. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan Azhari

BRIN Gandeng Venture Capital untuk Danai Deep-Tech Startup Lokal di IISE 2026

Andika Fauzan Azhari • 12 October 2026 19:30

Jakarta: Ketua Penyelenggara Indonesia Innovation Summit & Expo (IISE) 2026 Walneg S mengatakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan menghadirkan belasan perusahaan modal ventura (venture capital) untuk dipertemukan langsung dengan para pengembang riset, inovator, serta calon startup potensial di Indonesia.

"Sekitar 10 sampai 15 venture capital akan hadir di acara ini, duduk sambil keliling juga melihat riset-riset inovasi atau calon-calon startup mana yang pantes untuk dibiayai oleh mereka-mereka," ujar Walneg dalam konferensi pers di Gedung B.J. Habibie BRIN, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026.

Walneg menjelaskan, langkah ini dilakukan untuk meyakinkan para investor global maupun domestik bahwa produk riset dan inovasi di Indonesia memiliki wujud serta potensi kelayakan bisnis yang jelas. Melalui ajang yang digelar di ICE BSD pada 10-13 Desember 2026 nanti, BRIN berupaya menjembatani kesenjangan pendanaan agar riset teknologi mendalam (deep-tech) dapat terserap dan didanai oleh pemodal.

Selain itu, ajang tersebut juga memfasilitasi kompetisi khusus bagi startup berbasis riset agar pemenangnya mendapatkan kepastian pembiayaan langsung dari investor yang hadir.


(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)

Buka peluang kerja sama strategis

Menurut Walneg, pelibatan investor dan venture capital di IISE 2026 tidak hanya berfokus pada pendanaan, tetapi juga membangun ekosistem kolaborasi bisnis yang berkelanjutan antara periset, kampus, pemerintah, dan korporasi swasta.

"Kita berharap tentu riset dan inovasi ini bisa berkontribusi maksimal terhadap pemenuhan itu, melalui salah satunya melalui platform IISE ini," tambah Walneg.

Dengan mengusung konsep integrated hub, IISE 2026 diharapkan dapat menjadi sarana matchmaking bisnis yang mempertemukan pemilik teknologi dengan investor secara transparan, sehingga hambatan permodalan riset di Indonesia dapat teratasi secara bertahap.

(Eko Nordiansyah)