Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara. Foto: ANTARA/Aria Ananda.
Kementrans Siapkan Strategi Kemandirian Warga Tanjung Banon di Rempang
Nattasya Amani Vrazeti • 11 October 2026 08:54
Batam: Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menyiapkan strategi kemandirian bagi warga kawasan Tanjung Banon, Rempang Eco City, Batam. Langkah ini diambil guna memastikan keberlanjutan ekonomi masyarakat setelah masa pemberian bantuan sembako selama satu tahun berakhir.
“Kalau dalam satu tahun ini kita berikan sembako untuk masa transisi, ke depan kita mampukan mereka,” ujar Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara di Festival Transmigrasi 2026 di Tanjung Banon, Rempang, Batam, Kepulauan Riau, Minggu, 11 Oktober 2026.
Iftitah menjelaskan, strategi tersebut berfokus pada penguatan kapasitas ekonomi produktif warga melalui penyediaan sarana prasarana, pembukaan akses mata pencaharian, serta kolaborasi pemanfaatan lahan bersama pemerintah daerah. Sebagai langkah awal, pihak kementerian telah menyerahkan bantuan berupa 16 unit perahu untuk mendukung pengembangan desa nelayan dan dermaga setempat.
“Untuk aktivitas sosial sudah juga masyarakat banyak yang membuka pasar ikan. Kemudian yang kedua juga untuk pariwisata baharinya,” lanjut Iftitah.
Selain pengembangan sektor kelautan dan pasar ikan lokal, Kementrans berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Batam untuk menyediakan lahan pertanian pinjaman sebelum kawasan industri beroperasi penuh. Hal ini dilakukan agar masyarakat tetap memiliki sumber penghasilan harian.
“Pak Wali Kota juga akan memberikan tanah pinjaman terlebih dahulu sebelum nanti industri masuk adalah untuk pertanian. Intinya masyarakat harus punya pekerjaan, masyarakat harus punya pendapatan,” tegas Iftitah.

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam Festival Transmigrasi 2026, di Batam, Kepulauan Riau. Foto: Metrotvnews.com/Nattasya Amani Vrazeti.
Tidak hanya sektor harian, Kementrans juga menyiapkan daya saing sumber daya manusia (SDM) lokal melalui penguatan sarana pendidikan dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Penyiapan kapasitas ini ditujukan agar warga lokal dapat terserap dalam industri skala besar yang masuk ke kawasan Rempang, seperti proyek pembangkit listrik.
“Kita di sini ada SD, SMP, SMA, bahkan kampus, sehingga mereka tidak perlu jauh-jauh lagi. Nanti kalau hanya sekadar memindahkan penduduk, kalau sudah banyak lapangan kerja di sini, secara alamiah orang akan datang,” kata Iftitah.
Guna menjaga dinamika ekonomi kawasan tetap bergairah, Kementrans juga berencana menjadikan gelaran Festival Transmigrasi di Tanjung Banon sebagai agenda rutin berkala tiap enam bulan atau satu tahun sekali.
“Pasti. Insya Allah nanti tiap tahunan, bahkan mungkin tiap 6 bulan kita buat acara-acara yang menarik di sini,” kata Iftitah.