Gunung Guntur di Kabupaten Garut, Jawa Barat. ANTARA/Feri Purnama
Luas Karhutla di Jawa Barat Capai 1.082 Hektare
Roni Kurniawan • 20 October 2026 09:39
Bandung: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat mencatat 526 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang 2026. Kabupaten Subang menjadi daerah dengan kasus terbanyak, yakni 119 kejadian, berdasarkan rekapitulasi hingga 19 Oktober 2026 pukul 17.00 WIB.
Data yang diperbarui pada 20 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB itu menunjukkan total area terbakar mencapai 1.082,76 hektare. Sebaran kebakaran meliputi sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Barat, dengan jumlah kejadian serta luas lahan terdampak yang berbeda-beda.
"Berdasarkan data rekapitulasi hingga 19 Oktober 2026, tercatat 526 kejadian kebakaran hutan dan lahan di Jawa Barat dengan luas area terbakar mencapai sekitar 1.082,76 hektare. Kabupaten Subang menjadi wilayah dengan jumlah kejadian tertinggi, disusul Sumedang dan Ciamis," ujar Hadi Rahmat, Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar melalui keterangan resmi, Selasa, 20 Oktober 2026.
Berdasarkan jumlah kejadian, Kabupaten Sumedang berada di posisi kedua dengan 75 kasus, disusul Kabupaten Ciamis sebanyak 60 kasus. Selanjutnya, Kabupaten Sukabumi mencatat 38 kejadian, sedangkan Kota Banjar memiliki 33 kejadian. Kabupaten Bandung menempati urutan berikutnya dengan 32 kejadian.
BPBD Jabar juga mencatat 27 kejadian karhutla di Kabupaten Majalengka, 23 kejadian di Kabupaten Kuningan, 20 kejadian di Kabupaten Purwakarta, dan 17 kejadian di Kabupaten Garut. Sementara itu, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cirebon masing-masing melaporkan 14 kejadian. Kota Sukabumi tercatat mengalami 11 kejadian.
Baca Juga :
BBKSDA Pastikan Kebakaran di Gunung Guntur Padam
Subang Catat Luas Kebakaran Terbesar
Dari sisi luasan, Kabupaten Subang juga menjadi daerah dengan area terbakar paling besar, yakni 355 hektare. Kabupaten Sumedang berada di urutan berikutnya dengan 141,56 hektare, disusul Kabupaten Bogor seluas 94,08 hektare dan Kabupaten Garut mencapai 90,85 hektare.
BPBD Jabar mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko karhutla, terutama di wilayah yang memiliki vegetasi kering dan mudah terbakar. Warga juga diimbau tidak melakukan pembakaran terbuka, baik untuk membersihkan lahan maupun membakar sampah.
"Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran terbuka, baik untuk membersihkan lahan maupun membakar sampah, terutama di kawasan yang memiliki vegetasi kering dan mudah terbakar," kata Hadi.

Kebakaran lahan terjadi di TPA Pasir Bajing, tepatnya di Zona 3, Desa Sukaraja, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (8/10) . (Sumber Foto: BPBD Kab. Garut)
Hadi menambahkan, upaya penanganan karhutla memerlukan kerja sama antara BPBD, petugas pemadam kebakaran, aparat kewilayahan, dan masyarakat. Pelaporan yang cepat menjadi salah satu hal penting agar petugas dapat segera menangani kebakaran sebelum api meluas.
"Apabila masyarakat melihat titik api atau indikasi kebakaran, segera laporkan kepada petugas setempat agar dapat dilakukan penanganan lebih cepat. Kami juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan untuk mencegah munculnya titik-titik kebakaran baru," ungkap Hadi.