Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio. (Anadolu Agency)
Rubio Sebut Pertemuan Trilateral AS-Rusia-Tiongkok Buat Dunia Lebih Aman
Willy Haryono • 20 October 2026 20:09
Jakarta: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengatakan bahwa pertemuan puncak yang melibatkan para pemimpin AS, Rusia, dan Tiongkok berpotensi menjadi langkah positif bagi dunia.
“Saya pikir ada peluang, dan Presiden Donald Trump telah menyatakan keterbukaannya terhadap pertemuan di tingkat pemimpin antara Amerika Serikat, Rusia, dan Tiongkok untuk membahas berbagai hal, seperti pengendalian senjata,” kata Rubio kepada wartawan di India, Selasa, 20 Oktober 2026.
Rubio menilai komunikasi di antara tiga negara dengan persenjataan nuklir paling kuat di dunia bukanlah sesuatu yang luar biasa. Ia juga menolak anggapan bahwa keterlibatan diplomatik harus dipandang sebagai bentuk penghargaan kepada negara lain.
Menurut Rubio, Trump tidak menganggap pembicaraan dengan negara lain sebagai sebuah konsesi. Ia menegaskan bahwa kemampuan untuk berkomunikasi dengan pihak yang berseberangan merupakan dasar diplomasi dan negosiasi.
Rubio mengakui bahwa perbedaan pendapat yang telah berlangsung lama di antara ketiga negara tersebut tidak akan hilang hanya melalui satu pertemuan. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga komunikasi di antara para pemimpin mereka.
“Saya pikir dunia menjadi tempat yang lebih aman ketika para pemimpin negara dengan persenjataan nuklir paling kuat di dunia setidaknya saling berkomunikasi,” ujarnya.
Rubio mengatakan Beijing selama ini cenderung menghindari pembahasan pengendalian senjata hingga persenjataan nuklirnya menyamai kekuatan negara-negara besar lainnya. Meski demikian, ia menilai positif sikap Trump yang bersedia mencoba membuka pembicaraan tersebut.
Pernyataan Rubio muncul setelah Trump pada Senin menyatakan terbuka terhadap pembicaraan trilateral bersama Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Trump mengatakan pelucutan senjata nuklir akan menjadi fokus utama pertemuan tersebut.
Usulan itu mencuat setelah The Wall Street Journal melaporkan pada Minggu bahwa Putin mengusulkan pertemuan trilateral pada bulan depan untuk membahas upaya mengakhiri perang di Ukraina.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengonfirmasi bahwa pembicaraan mengenai usulan tersebut masih berlangsung. Ia mengakui adanya “kemungkinan hipotetis” untuk menggelar pertemuan itu, meski belum ada agenda yang disepakati.
Baca juga: Trump Buka Peluang Bertemu Putin dan Xi di Tiongkok Bulan Depan