Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Trump Buka Peluang Bertemu Putin dan Xi di Tiongkok Bulan Depan
Willy Haryono • 20 October 2026 12:36
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya bersedia bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Negeri Tirai Bambu bulan depan.
Pernyataan itu mengonfirmasi laporan media mengenai kemungkinan pertemuan ketiga pemimpin di sela-sela KTT Asia-Pasifik di Shenzhen pada November mendatang.
Trump mengatakan pertemuan tersebut akan berfokus pada denuklirisasi, tetapi kemungkinan juga membahas perang di Ukraina.
Saat ditanya wartawan apakah dirinya akan bertemu Putin dan Xi untuk membahas Ukraina, Trump mengatakan isu tersebut bukan alasan utama pertemuan.
“Saya bersedia melakukannya, tetapi tidak difokuskan untuk Ukraina, karena Rusia, sejujurnya, baik-baik saja dengan Ukraina,” kata Trump, seperti dikutip dari Euronews, Selasa, 20 Oktober 2026.
“Kami akan bertemu untuk membahas senjata nuklir dan denuklirisasi," sambungnya.
Ketika kembali ditanya apakah Ukraina akan dibahas dalam pertemuan dengan kedua pemimpin tersebut, Trump mengatakan dirinya akan melakukan “apa pun yang bisa saya lakukan untuk mengakhiri perang”.
Tiongkok Belum Memiliki Informasi, Ukraina Minta Dilibatkan
Sebelumnya, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kemungkinan pertemuan ketiga pemimpin tersebut memang telah dibicarakan, mengingat mereka berpotensi menghadiri pertemuan puncak di Tiongkok.“Dengan kemungkinan ketiga kepala negara menghadiri pertemuan puncak di Tiongkok, topik mengenai kemungkinan pertemuan tersebut memang telah disebutkan,” kata Peskov.
KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) dijadwalkan berlangsung di Shenzhen pada 18–19 November. Tiongkok, Rusia, dan AS merupakan anggota kelompok tersebut.
Namun, Peskov menegaskan belum ada pembahasan atau usulan substantif mengenai pertemuan itu, termasuk agenda dan isi pembicaraannya.
“Belum ada usulan atau kesepakatan substantif, baik mengenai pertemuan itu sendiri maupun kemungkinan agenda dan isinya, yang dibahas atau diajukan oleh siapa pun,” ujarnya.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning mengatakan dirinya tidak memiliki informasi mengenai kemungkinan pertemuan tersebut. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiga menentang gagasan pertemuan yang tidak melibatkan Kyiv.
Putin Tolak Bertemu Zelensky
“Pertemuan trilateral antara para pemimpin Rusia, Tiongkok, dan AS justru akan menghasilkan dampak sebaliknya: mendorong Putin untuk melanjutkan perang ini,” kata Sybiga.Dalam pernyataannya di media sosial, Sybiga menegaskan Putin “bukan pemimpin global; dia adalah penjahat perang."
Peskov mengatakan penyelesaian akhir konflik tidak mungkin tercapai tanpa keterlibatan pihak dari Kyiv yang bersedia memikul tanggung jawab.
Namun, Putin berulang kali menolak bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelum kesepakatan perdamaian final siap. Putin juga berulang kali mempertanyakan kewenangan Zelensky untuk menandatangani kesepakatan setelah masa jabatan lima tahunnya berakhir di tengah pemberlakuan darurat militer.
Trump, yang kembali melontarkan kritik terhadap Zelensky dalam beberapa hari terakhir, pada Senin mengatakan sudah waktunya pihak lain bernegosiasi atas nama Ukraina.
“Zelensky tidak tahu apa yang dia bicarakan,” kata Trump ketika ditanya mengenai pernyataan Presiden Ukraina tersebut. “Sejujurnya, saya pikir sudah waktunya orang lain bernegosiasi atas nama Ukraina.”
Baca juga: Putin Usulkan Pertemuan Trilateral dengan Trump dan Xi untuk Bahas Perang Ukraina