BEI Minta Investor Cermati Fundamental Pasar Saham RI

Ilustrasi. Foto: dok MI.

BEI Minta Investor Cermati Fundamental Pasar Saham RI

Ade Hapsari Lestarini • 16 October 2026 14:30

Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengingatkan para investor untuk tetap bersikap rasional dalam mengambil keputusan investasi, dengan mencermati fundamental pasar dan perusahaan serta mengedepankan orientasi investasi jangka panjang.

"Untuk investor, sekali lagi, kalau kami dari bursa kan beberapa kali menyampaikan long-term view-nya dari investor itu harus lebih pada long-term orientation," ujar Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi kepada wartawan di Jakarta, dilansir Antara, Jumat, 16 Oktober 2026.

Iding mengimbau para investor supaya tidak terbawa arus pergerakan pasar dalam mengambil keputusan jual maupun beli saham, melainkan mendasarkan keputusan investasi pada kondisi fundamental perusahaan dan pasar.

Ia mengatakan, penurunan IHSG dapat menjadi momentum bagi investor untuk melihat lebih dalam kondisi fundamental pasar maupun perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di bursa.

Menurut dia, pemahaman terhadap fundamental perusahaan menjadi salah satu pertimbangan penting bagi investor untuk menentukan strategi investasi, terutama ketika pasar saham mengalami tekanan.


Ilustrasi. Foto: dok MI.
 

 

Investor jangan ambil keputusan investasi yang gegabah


Selain itu, ia mengingatkan investor untuk tidak mengambil keputusan investasi hanya karena mengikuti tindakan investor lain atau merespons pergerakan harga saham dalam jangka pendek.

"Sekali lagi buat investor, ya, bertindak secara rasional, jangan ikut-ikutan, jangan jual atau beli karena pergerakan jual atau beli benar-benar karena fundamental dari market, fundamental dari perusahaan," kata Iding.

Dalam kesempatan ini, Iding menekankan pentingnya orientasi investasi jangka panjang agar investor dapat mengambil keputusan secara lebih terukur dengan mempertimbangkan kondisi dan prospek perusahaan. Dengan demikian, investor diharapkan tidak hanya berfokus pada fluktuasi IHSG, namun juga melakukan penilaian terhadap fundamental.

Data penutupan perdagangan sesi I di BEI pada Jumat, 16 Oktober 2026, IHSG ditutup melemah 630,78 poin atau 10,76 persen ke posisi 5.233,00, IHSG mengalami trading halt selama 30 menit pada pembukaan perdagangan karena melemah 469,86 poin atau 8,01 persen ke posisi 5.393,92.

Anjloknya IHSG dipicu oleh pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks saham global, yang membuka konsultasi untuk mengubah klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market. MSCI akan menerima masukan dari pelaku pasar mengenai proposal terkait reklasifikasi MSCI Indeks Indonesia tersebut sampai 30 April 2027, dan akan mengumumkan keputusannya sebelum 30 Juni 2027.

MSCI menyatakan kekhawatiran pelaku pasar telah meningkat signifikan mengenai kemampuan investasi di pasar modal Indonesia, termasuk mengenai ketidakjelasan yang terus berlanjut dalam struktur kepemilikan saham dan dugaan perilaku perdagangan yang terkoordinasi. Meskipun otoritas pasar modal Indonesia telah mengumumkan aksi reformasi, MSCI menilai perlunya implementasi yang konsisten dan bukti dampak material yang berkelanjutan dari aksi reformasi tersebut.

(Ade Hapsari Lestarini)