Paus Leo XIV. (Anadolu Agency)
Pertama dalam Sejarah, Paus Leo XIV Gunakan Hak Pilih dalam Pemilu Paruh Waktu AS
Willy Haryono • 31 October 2026 08:24
Vatikan: Paus Leo XIV, pemimpin Gereja Katolik pertama yang lahir di Amerika Serikat (AS), menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan paruh waktu AS.
Peristiwa ini disebut sebagai pertama kalinya seorang paus diketahui memberikan suara dalam pemilihan politik.
Pemimpin sekitar 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia itu mengirimkan surat suara melalui pos dari Chicago, menurut keterangan Vatikan pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Mengutip dari The NEw Arab, Vatikan mengatakan Paus Leo XIV "telah menggunakan haknya untuk memilih sebagai warga negara Amerika Serikat setiap kali ia memenuhi syarat untuk melakukannya."
Vatikan juga menyampaikan bahwa sang paus meyakini "hak dan kewajiban warga negara untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi".
Paus Leo XIV, yang lahir di Chicago, memiliki kewarganegaraan Amerika Serikat dan Peru.
Pernah Berselisih dengan Trump
Partisipasi Paus Leo XIV dalam pemilu AS berlangsung di tengah hubungan yang sempat memanas antara dirinya dan Presiden Donald Trump.Keduanya beberapa kali berselisih setelah Paus Leo mengkritik kebijakan pengetatan imigrasi di AS serta perang terhadap Iran. Trump bahkan menyebut paus tersebut "lemah" dalam penanganan kejahatan dan "buruk" dalam kebijakan luar negeri.
Menanggapi kritik tersebut, Paus Leo mengatakan dirinya "tidak takut" kepada Trump.
Pada April, setelah Trump mengancam akan menghancurkan Iran, Paus Leo menyerukan semua pihak berkontribusi dalam upaya perdamaian. Ia meminta masyarakat menghubungi para pemimpin politik dan anggota Kongres untuk mendorong perdamaian serta menolak perang dan kekerasan.
Pemilihan paruh waktu AS dijadwalkan berlangsung pada 3 November.
Pada September, Paus Leo juga mengajak umat Katolik untuk meninggalkan sikap pasif dan tidak peduli terhadap berbagai peristiwa yang terjadi.
"Kita tidak bisa hanya menjadi penonton yang tidak terlibat. Sebaliknya, kita harus mendengarkan dengan hati, membiarkan diri kita tertantang, dan ikut mengambil bagian," ujarnya dalam audiensi umum mingguan di Lapangan Santo Petrus.
Riwayat Memilih Sebelum Menjadi Paus
Sebelum terpilih sebagai paus, Robert Francis Prevost, nama lahir Paus Leo XIV, diketahui telah beberapa kali menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan pendahuluan di AS.Mengutip The New York Times yang merujuk pada catatan pemerintah negara bagian dan daerah, Prevost pernah memberikan suara dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat pada 2008 dan 2010. Pada tahun-tahun berikutnya, ia juga tercatat mengikuti tiga pemilihan pendahuluan Partai Republik.
Di Illinois, pemilih dapat memilih surat suara dari partai mana pun saat mengikuti pemilihan pendahuluan. Menurut laporan tersebut, Prevost pernah memilih surat suara dari partai yang berbeda.
Prevost menghabiskan hampir dua dekade sebagai misionaris di Peru dan memiliki kewarganegaraan AS serta Peru.
Vatikan juga mengonfirmasi bahwa selama tinggal di Peru, Prevost menggunakan hak pilihnya setiap kali memenuhi persyaratan untuk memberikan suara.
Baca juga: Diserang Trump, Paus Leo XIV Tegaskan Dunia Butuh Pesan Perdamaian