Diserang Trump, Paus Leo XIV Tegaskan Dunia Butuh Pesan Perdamaian

Paus Leo XIV akan tetap menyuarakan pesan perdamaian. Foto: Anadolu

Diserang Trump, Paus Leo XIV Tegaskan Dunia Butuh Pesan Perdamaian

Fajar Nugraha • 16 April 2026 12:14

Yaounde: Paus Leo XIV mengatakan bahwa dunia saat ini sangat membutuhkan pesan perdamaian dan koeksistensi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menyerangnya melalui media sosial untuk kedua kalinya dalam pekan ini.

Pernyataan tersebut disampaikan sang pontifeks dalam penerbangan dari Aljazair menuju Kamerun untuk melanjutkan rangkaian tur 10 hari di Afrika.

Paus pertama asal Amerika Serikat tersebut mendesak penghormatan terhadap semua orang dan menyebutkan bahwa perjalanannya sejauh ini membuktikan pentingnya dialog antar komunitas yang berbeda.

Paus merujuk pada pengalamannya selama dua hari di Aljazair, negara mayoritas Muslim di mana gereja Katolik merupakan minoritas kecil, dengan menekankan bahwa manusia dapat hidup berdampingan dalam damai meskipun memiliki perbedaan keyakinan dan cara hidup.

“Mempromosikan citra kebersamaan tersebut adalah hal yang sangat perlu didengar oleh dunia saat ini,” ujar Paus Leo, seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis 16 April 2026.

Menjelang peringatan satu tahun masa kepemimpinannya di bulan Mei mendatang, Paus Leo yang sebelumnya cenderung tidak menonjolkan diri kini mulai aktif menyuarakan kritik terhadap perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

Pada Senin, Paus menegaskan bahwa ia akan terus mengkritik perang tersebut tanpa mempedulikan komentar Trump, sementara Wakil Presiden AS, JD Vance, sebelumnya memperingatkan Paus untuk lebih berhati-hati saat berbicara mengenai teologi dalam konteks konflik. Paus sendiri memilih untuk tidak menanggapi komentar spesifik mereka selama penerbangan pada hari Rabu.

Dalam pesannya, Paus Leo mengutip tulisan salah satu pengaruh spiritualnya, Santo Agustinus dari Hippo, yang memiliki visi untuk mencari persatuan dan penghormatan di antara semua bangsa terlepas dari perbedaan yang ada. Selama di Yaounde, Paus dijadwalkan bertemu dengan Presiden Paul Biya yang merupakan pemimpin tertua di dunia, serta memberikan pidato di hadapan para pemimpin nasional Kamerun.

Paus juga diharapkan dapat menyerukan diakhirinya konflik yang berkecamuk di wilayah berbahasa Inggris Kamerun saat ia berkunjung ke kota Anglophone terbesar di negara tersebut pada hari Kamis. Terkait hal ini, aliansi separatis telah mengatakan akan memberikan jalur perjalanan aman selama tiga hari guna memungkinkan warga sipil dan pengunjung bergerak bebas selama kunjungan kepausan.

Paus Leo yang saat ini berusia 70 tahun dan berada dalam kondisi kesehatan yang baik, sedang menjalani salah satu tur kepausan paling rumit dalam beberapa dekade terakhir. Perjalanan ini menempuh jarak hampir 18.000 km melalui 18 penerbangan ke 11 kota, termasuk kunjungan ke Angola dan Guinea Khatulistiwa.

Acara terbesar dalam tur ini diprediksi akan berlangsung di Kamerun pada hari Jumat, di mana Vatikan memperkirakan sekitar 600.000 orang akan menghadiri Misa di kota pesisir Douala.

(Kelvin Yurcel)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)