Sensus Ekonomi 2026 di Jakarta Masuk Tahap Revisit

Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto. Foto: Antara.

Sensus Ekonomi 2026 di Jakarta Masuk Tahap Revisit

Anggi Tondi Martaon • 29 October 2026 16:35

Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta menyampaikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Ibu Kota. Sensus sudah memasuki tahap kunjungan ulang setelah pendataan utama rampung (revisit)

“Sensus Ekonomi 2026, masih dalam agenda kegiatan revisit sampai dengan 31 Oktober, yang Insya Allah kami sudah memasuki di minggu-minggu terakhir dalam pelaksanaan revisit,” kata Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, dikutip dari Antara, Kamis, 29 Oktober 2026.

Kadarmato mencatat, total usaha yang telah didata berjumlah 1.431.051 usaha per hari ini. Angka tersebut melampaui target yang ditetapkan.
 


"DKI ditargetkan 1,2 jutaan usaha. Tadinya di Agustus masih sekitar 800 ribuan, sekarang sudah 1,4 juta (108,84 persen)," ungkap Kadarmanto.

Kadarmanto menekankan, kegiatan sensus setiap satu dekade sekali itu bukan hanya mengumpulkan data tentang perekonomian Jakarta. Namun, langkah menyiapkan fondasi informasi bagi masa depan ekonomi Indonesia.

Bagi Jakarta, penyelesaian Sensus Ekonomi 2026 memiliki arti yang sangat strategis. Sebab, Jakarta menyumbang 16,67 persen terhadap perekonomian nasional.

Data yang dihasilkan tidak hanya menggambarkan struktur ekonomi Jakarta, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memotret perekonomian Indonesia. Untuk mewujudkan hal tersebut, kolaborasi harus diperkuat dan BPS DKI tidak dapat bekerja sendiri.


Sensus Ekonomi. Foto: Dok. BPS.

“Keberhasilan Survei Ekonomi sangat tergantung pada sinergi dengan seluruh mitra serta partisipasi masyarakat,” kata Kadarmanto.

Dia lalu mengapresiasi mitra eksternal maupun internal yang telah berkolaborasi dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan berbagai kegiatan sensus dan survei yang dilakukan selama ini.

“Terima kasih kepada dunia usaha, media, dan masyarakat serta seluruh responden yang telah berpartisipasi dan memberikan kepercayaan kepada BPS,” ujar Kadarmanto.

Dukungan tersebut, tambah dia, merupakan bagian penting dalam mewujudkan statistik yang berkualitas dan statistik bermakna dan berdampak dan tentunya bermanfaat bagi pembangunan.

(Anggi Tondi)