Penanganan dampak hujan disertai angin kencang di Kabupaten Sleman. Dokumentasi/BPBD Sleman
Joglo di Sleman Ambruk Disapu Hujan Angin, 8 Orang Dirawat Intensif
Ahmad Mustaqim • 16 October 2025 12:39
Yogyakarta: Delapan orang di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) harus dirawat di rumah sakit usai sebuah bangunan joglo roboh pada Rabu, 15 Oktober 2025. Peristiwa itu terjadi pada salah satu indekos yang ada di Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman.
"Mereka dirawat di RSA (Rumah Sakit Akademik) UGM (Universitas Gadjah Mada)," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman, Bambang Kuntoro dikonfirmasi pada Kamis, 16 Oktober 2025.
Ambruknya bangunan itu terjadi saat hujan disertai angin kencang. Bangunan joglo merupakan fasilitas yang ada di salah satu indekos di kawasan Kecamatan Mlati.
Bambang mengatakan delapan korban tersebut terdiri dari laki-laki maupun perempuan, dengan rentang usia 18 hingga 20 tahun. Sebagian di antara harus menjalani rawat inap.
"Ada lima orang (korban) sudah diperbolehkan pulang, sedangkan tiga sisanya (menjalani) rawat inap," katanya.
Baca Juga :
Laporan BPBD DIY menyebut dampak hujan disertai angin kencang ada di 13 lokasi yang masuk di tiga kecamatan di Sleman. Rinciannya; pohon tumbang ada 22 unit, joglo kost roboh (1 unit), tempat usaha (3 lokasi; Minizoo, Asram Edupark, Mbok Berek), 4 ruas jalan terganggu, listrik (2 jaringan), dan 1 jalur komunikasi. Delapan orang yang dirujuk kerumah sakit RSA UGM masuk dalam peristiwa ambruknya bangunan joglo di Sleman.
Selain di Kabupaten Sleman, dampak hampir serupa terjadi di Kabupaten Gunungkidul dengan 10 lokasi terdampak di Kecamatan Nglipar, Kecamatan Semin, dan Kecamatan Ngawen. Rinciannya pohon tumbang (6 pohon), rumah rusak ringan (6 unit), tempat usaha (1 unit), listrik (3 jaringan) dan akses jalan (1 titik).
Sementara, di Kota Yogyakarta terjadi di tiga lokasi terdampak; Kecamatan Umbulharjo dan Kecamatan Tegalrejo. Rinciannya dampaknya satu korban luka sedang, pohon tumbang (2 pohon), kanopi (1 unit), terganggunya 1 akses jalan, dan 1 dampak jaringan listrik.