Tiga startup Indonesia, Algatek, Baniql, dan Lobstech, membawa inovasi ke Startup World Cup 2026. (KJRI San Francisco)
Tiga Startup Indonesia Bawa Inovasi Karbon hingga Budidaya Lobster ke San Francisco
Willy Haryono • 8 November 2026 20:13
San Francisco: Tiga perusahaan rintisan asal Indonesia membawa inovasi teknologi di bidang penangkapan karbon, pengolahan mineral, dan budidaya perikanan ke ajang Startup World Cup 2026 di San Francisco, Amerika Serikat.
Ketiga perusahaan tersebut adalah Algatek, Baniql, dan Lobstech. Konsul Jenderal RI di San Francisco, Yohpy Ichsan Wardana, bersama tim KJRI San Francisco hadir memberikan dukungan kepada mereka dalam rangkaian kompetisi internasional yang berlangsung pada 4–6 November 2026.
Berdasarkan siaran pers KJRI San Francisco yang diterima Metrotvnews.com, Minggu, 8 November 2026, salah satu pencapaian diraih Algatek dan Baniql yang berhasil masuk dalam kelompok 84 startup terbaik dari sekitar 200 peserta internasional. Algatek sebelumnya memenangkan kompetisi regional Indonesia melalui program Global Investment Gateway – Road to Startup World Cup 2026 yang didukung Kementerian UMKM.
Pencapaian tersebut menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk memperkenalkan inovasi sekaligus membangun hubungan dengan investor dan pelaku industri global.
Algatek mengembangkan teknologi penangkapan dan pemanfaatan karbon berbasis mikroalga yang mengubah karbon dioksida menjadi biomassa bernilai ekonomi. Perusahaan ini didirikan oleh Eunike Kartika Salduna, lulusan Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB), bersama Ria Kusuma Dewi, lulusan Teknik Kimia Universitas Indonesia (UI), dan Rizqi Affan Alfitri, lulusan Manajemen Rekayasa Industri ITB.
Teknologi Algatek telah diterapkan pada fasilitas industri Pertamina dan PLN Nusantara Power. Penerapan tersebut menunjukkan potensi inovasi berbasis keahlian sumber daya manusia Indonesia untuk menjawab kebutuhan industri.
Dua perusahaan lainnya juga membawa inovasi di bidang strategis. Baniql mengembangkan teknologi ekstraksi nikel dan kobalt yang dirancang lebih hemat energi dibandingkan metode konvensional. Sementara itu, Lobstech memanfaatkan sensor dan sistem pemantauan digital untuk meningkatkan efisiensi serta produktivitas budidaya lobster.
Baniql sebelumnya memenangkan kompetisi regional Startup World Cup di Bandung pada Mei 2026. Adapun Lobstech menjadi juara kompetisi regional di Malang pada 2025.
Startup World Cup 2026
Ketiga perusahaan tersebut menghadirkan inovasi di bidang yang berbeda, mulai dari pengurangan emisi industri dan penguatan rantai pasok mineral penting hingga peningkatan produktivitas akuakultur. Kehadiran mereka di San Francisco sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan solusi teknologi Indonesia kepada investor dan pelaku industri internasional.Perkembangan tersebut berlangsung di tengah pertumbuhan ekosistem perusahaan rintisan teknologi di Indonesia. Kementerian Perindustrian mencatat sebanyak 1.115 startup telah mengikuti program Startup For Industry (SFI) sejak 2018.
Ekosistem tersebut juga didukung Asosiasi Startup for Industry Indonesia yang mendorong hubungan antara perusahaan rintisan teknologi dan kebutuhan industri. Inovasi berbasis teknologi, kecerdasan artifisial, serta Internet of Things (IoT) dinilai berpotensi mendukung transformasi industri dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Startup World Cup merupakan kompetisi kewirausahaan teknologi internasional yang diselenggarakan Pegasus Tech Ventures, perusahaan modal ventura berbasis di Silicon Valley. Pada 2026, kompetisi tersebut menjangkau lebih dari 200 ajang regional di berbagai belahan dunia, dengan hadiah utama berupa peluang investasi senilai USD1 juta.
Selain menjadi arena kompetisi, Startup World Cup mempertemukan perusahaan rintisan dengan investor, pelaku industri, dan jejaring inovasi internasional.
“Kami bangga dapat mewakili Indonesia dan mengharumkan nama bangsa dengan berhasil masuk pada posisi 84 besar finalis pada ajang kompetisi startup global yang berlangsung di Silicon Valley,” ujar Eunike Salduna, CEO sekaligus pendiri Algatek, bersama Ria Kusuma Dewi, salah satu pendiri dan komisaris perusahaan tersebut.
Keduanya mengatakan pencapaian itu sejalan dengan visi Algatek untuk mempercepat transisi menuju dunia rendah karbon melalui teknologi innovative carbon capture and utilization.
Inovator Indonesia ke Kancah Global
Sementara itu, Konsul Jenderal RI di San Francisco Yohpy Ichsan Wardana mengapresiasi keberanian para inovator Indonesia membawa gagasan dan teknologi mereka ke kompetisi global.“Indonesia tidak boleh hanya dikenal sebagai pasar besar pengguna teknologi yang dikembangkan negara lain. Kita juga harus mampu melahirkan inovasi dan menawarkan solusi bagi berbagai tantangan dunia. Kehadiran para inovator kita di forum seperti ini merupakan bagian dari proses panjang untuk membangun kemampuan, kepercayaan, dan kedudukan Indonesia yang semakin diperhitungkan dalam ekosistem inovasi global,” ujar Yohpy.
Kehadiran Konjen bersama tim KJRI San Francisco merupakan bagian dari upaya diplomasi inovasi Indonesia untuk membantu pelaku usaha memperluas jangkauan internasional.
Berada di kawasan San Francisco Bay Area dan Silicon Valley, salah satu pusat teknologi dan modal ventura dunia, KJRI terus membangun hubungan dengan investor, perusahaan teknologi, perguruan tinggi, akselerator, serta komunitas pendiri perusahaan dan profesional Indonesia.
Melalui jejaring tersebut, KJRI berupaya menghubungkan potensi inovasi Indonesia dengan peluang kerja sama internasional, termasuk bagi perusahaan yang didirikan atau dikembangkan diaspora Indonesia. Dukungan itu diarahkan untuk memperluas akses terhadap teknologi, investasi, dan kemitraan yang dapat memberikan manfaat bagi Indonesia.
Kiprah Algatek, Baniql, dan Lobstech menunjukkan upaya perusahaan rintisan Indonesia untuk memperluas kiprah di ekosistem inovasi global. Keikutsertaan mereka bukan hanya menjadi ajang memperkenalkan teknologi, tetapi juga membuka peluang penerapan inovasi Indonesia di pasar dan industri internasional.
Baca juga: KJRI San Francisco Promosikan Budaya dan Produk Indonesia di Palace of Fine Arts