Sembuh dari Luka Bakar, Dua Orang Utan Dipindahkan ke Suaka Margasatwa Lamandau

Proses evakuasi orang utan terjebak karhutla di Kalimantan Tengah. Metro TV

Sembuh dari Luka Bakar, Dua Orang Utan Dipindahkan ke Suaka Margasatwa Lamandau

Akhmaddiannor • 3 November 2026 18:58

Pangkalan Bun: Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah bersama Orangutan Foundation International (OFI) mentranslokasi dua individu orang utan, yakni induk bernama Sari dan anaknya, Sara, ke Suaka Margasatwa Lamandau. Keduanya sebelumnya dievakuasi dari Desa Medang Sari, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, setelah ditemukan di area bekas kebakaran lahan.

Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II, Handi Nasoka, mengatakan proses translokasi dilakukan pada 31 Oktober setelah kedua orangutan menjalani pemeriksaan dan perawatan kesehatan.

“Dari hasil rescue dan dilakukan cek kesehatan ditemukan luka bakar atas nama Sari dan dilakukan perawatan secara intensif di OCCQ Orangutan Foundation International dan dinyatakan sembuh. Keduanya kemudian di translokasi ke Suaka Margasatwa Lamandau,” kata Kepala Seksi KSDA Wilayah II, Handi Nasoka, Sabtu, 31 Oktober 2026.
 


Sebelumnya, tim penyelamat dari BKSDA Kalimantan Tengah dan OFI mengevakuasi Sari yang diperkirakan berusia 20 tahun dengan berat 38 kilogram bersama anaknya, Sara, yang diperkirakan berusia 1–2 bulan.

Keduanya ditemukan berada di atas pohon kering di kawasan bekas lahan terbakar di Desa Medang Sari. Proses penyelamatan dilakukan dengan pembiusan untuk mengevakuasi induk dan anak orangutan tersebut.

Berdasarkan pemeriksaan awal, Sari mengalami luka bakar sehingga harus mendapatkan perawatan intensif di OCCQ milik Orangutan Foundation International. Setelah menjalani perawatan dan dinyatakan pulih, Sari bersama Sara kemudian dipindahkan ke Suaka Margasatwa Lamandau.


Menhut Raja Juli Antoni (tengah) dan Pendiri Yayasan Kalaweit, Chanee Kalaweit (kiri) meninjau sekat bakar dibangun untuk menghambat penyebaran karhutla di Desa Paring Lahung, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Foto; ANTARA/HO-Kemenhut.

(Whisnu M)