Ilustrasi orang utan. Foto: Dok. Kemenhut.
Sekat Bakar di Barito Utara Kalteng Selamatkan Habitat Orang Utan
Fachri Audhia Hafiez • 1 November 2026 16:47
Jakarta: Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau sekat bakar sepanjang 3,2 kilometer yang dibangun untuk menghambat penyebaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sekat bakar itu sekaligus melindungi habitat Orang Utan Kalimantan (Pongo pygmaeus) di Desa Paring Lahung, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng).
“Sebelum ambil keputusan ini (bikin sekat bakar) pernah berkomunikasi dengan Bapak Menteri, 10 hari sudah coba, padamin-padamin, cukup confident ternyata apinya nyala lagi,” kata Pendiri Yayasan Kalaweit, Chanee Kalaweit, kepada Raja Juli, dikutip melalui keterangan tertulis, Minggu, 1 November 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Chanee saat mendampingi Raja Juli meninjau lokasi sekat bakar bersama penggiat lingkungan pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Pembuatan sekat bakar yang dimulai sejak 11 September 2026 ini menjadi langkah taktis setelah tim pemadam berjibaku memadamkan api berulang kali.
Di lokasi, sekat bakar tersebut terlihat efektif menjadi pembatas antara area yang telah terbakar dengan vegetasi hijau di sisi lainnya yang masih utuh. Selain menahan laju api, langkah ini dinilai berhasil mengamankan kawasan penting yang menjadi habitat orang utan.

Menhut Raja Juli Antoni (tengah) dan Pendiri Yayasan Kalaweit, Chanee Kalaweit (kiri) meninjau sekat bakar dibangun untuk menghambat penyebaran karhutla di Desa Paring Lahung, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Foto; ANTARA/HO-Kemenhut.
Pembuatan sekat bakar ini dikerjakan secara gotong royong oleh Manggala Agni Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Pemadam Kebakaran, BPBD Barito Utara, masyarakat setempat, serta dukungan perusahaan yang mengerahkan alat berat.
Sebelumnya, Chanee sempat mengunggah permohonan bantuan akibat kobaran api besar yang melanda wilayah Barito Utara. Merespons laporan darurat tersebut, Menhut langsung memberikan izin terbatas penggunaan alat berat dan mengerahkan personel Manggala Agni ke lokasi.
Chanee menilai keberadaan sekat bakar sangat krusial sebagai pengaman saat tim menghadapi kondisi api yang sulit dikendalikan. Ia juga menekankan pentingnya penguatan penjagaan di sekitar jalur sekat setelah infrastruktur darurat tersebut selesai dibangun.