KEK Industropolis Batang. Foto: dok KEK Industropolis Batang.
Keseimbangan Ekologi Jadi Hal Penting di Tengah Pesatnya Industrialisasi
Husen Miftahudin • 24 October 2026 11:13
Batang: Upaya menjaga keseimbangan ekologi di tengah perkembangan industrialisasi dilakukan melalui penanaman 2.200 bibit pohon aren di area reservoir Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah, Jumat, 23 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi pengelola KEK Industropolis Batang dengan PT Mitra Aren Indonesia. Penanaman ini menjadi bagian dari upaya pelestarian lingkungan di kawasan industri, terutama untuk menjaga daya dukung ekosistem di sekitar area penampungan air.
Pemilihan pohon aren atau Arenga pinnata didasarkan pada potensinya dalam mendukung konservasi air dan menjaga struktur tanah. Tanaman ini dapat membantu mengurangi risiko erosi serta mendukung penyerapan air ke dalam tanah. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kondisi lingkungan di sekitar reservoir.
Direktur Utama KEK Industropolis Batang Marfan Trihartiko mengatakan pembangunan kawasan industri perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
"Kami meyakini bahwa keberhasilan pertumbuhan infrastruktur dan ekonomi suatu kawasan industri harus berjalan selaras dengan keseimbangan lingkungan. Inisiatif penanaman pohon aren ini merupakan bagian dari komitmen berkesinambungan kami yang akan terus dijaga dan dikelola," ujar Marfan seperti dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 24 Oktober 2026.
"Kami memastikan bahwa setiap tahap perkembangan industri yang terbangun di kawasan ini tidak akan pernah terlepas dari penyediaan ruang terbuka hijau dan prinsip keberlanjutan ekosistem," tambah dia.

(Penanaman pohon aren di area reservoir KEK Industropolis Batang, Jawa Tengah. Foto: KEK Industropolis Batang)
Dukung ekonomi masyarakat
Selain manfaat ekologis, pohon aren memiliki potensi ekonomi yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Bagian tanaman ini dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti gula aren dari nira, kolang-kaling, dan ijuk. Aren juga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku bioetanol.
Direktur Utama PT Mitra Aren Indonesia Lety Jumiati mengatakan pemanfaatan aren perlu dikembangkan melalui kerja sama berbagai pihak agar potensinya dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
"Seluruh elemen pohon aren memiliki nilai guna yang sangat tinggi, termasuk potensinya sebagai bahan baku bioetanol untuk kemandirian energi. Kami bertujuan memaksimalkan potensi komoditas ini di Indonesia melalui kolaborasi strategis antara pengusaha, BUMN, dan petani," kata Lety.
Sementara itu, Komisaris PT Danareksa (Persero) Darmizal M.S. menilai pengembangan aren dapat menghubungkan upaya pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.
Pemanfaatan aren melalui pengelolaan nira, kolang-kaling, dan ijuk berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari kegiatan agroforestri. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, pemanfaatan hasil tanaman tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi tanpa harus menebang pohon.
Penanaman 2.200 bibit aren ini menjadi salah satu langkah pengelola kawasan dalam mendukung penerapan prinsip industri hijau. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat keseimbangan antara pertumbuhan kegiatan industri, perlindungan lingkungan, dan peningkatan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.