Ilustrasi. Foto: Freepik.com.
Proses Bisnis Dinilai Kunci Keberhasilan Wirausaha Muda
Fachri Audhia Hafiez • 26 October 2026 21:52
Malang: Proses belajar dan pengembangan kapasitas diri bagi para wirausaha muda dinilai penting. Aspek itu lebih bermakna ketimbang sekadar berfokus pada hasil akhir.
"Dalam membangun sebuah usaha, yang dinilai bukan hanya hasil akhirnya, tetapi juga bagaimana seseorang mampu mengembangkan ide, memahami kebutuhan pasar, menyusun model bisnis, memperbaiki produk, dan mengambil keputusan berdasarkan proses yang dijalani," ujar Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, Lalu Dodot Patria Ary S, dalam keterangan tertulis, Senin, 26 Oktober 2026.
Baca Juga :
Menyelami Pesona 'Raja Akuarium': Saat Hobi Ikan Diskus Bertransformasi Jadi Bisnis Menggiurkan
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul digelarnya ajang Demo Day Madani Entrepreneurship Academy (MEA) 2026 di Malang, Jawa Timur. Dalam acara puncak tersebut, PNM menetapkan tiga juara terbaik yang dipilih dari 10 finalis, yang seluruhnya merupakan anak nasabah penerima Beasiswa PNM Mekaar.
Gelar Juara 1 diraih oleh Kayla Aprilia asal Bangka Belitung dengan inovasi bisnis Skay Soufflecake. Posisi Juara 2 diraih Kesya Deswita Sari asal Magelang melalui Cascara Tea, disusul Talitha Maritza Rafa Hendrian asal Cirebon (Moringo Bomboloni) sebagai Juara 3.
Sebelum melangkah ke babak final, 10 finalis dari berbagai wilayah di Indonesia, seperti Semarang, Surabaya, Ambon, Bangka Belitung, Bekasi, Magelang, Cirebon, Probolinggo, Medan, hingga Yogyakarta, telah dibekali pelatihan intensif. Pelatihan tersebut mencakup penyusunan Business Model Canvas, pembuatan prototipe, penguatan identitas merek, hingga perhitungan harga jual produk.
"Proses ini yang kami harapkan bisa membangun jiwa pejuang anak-anak nasabah yang potensinya luar biasa untuk melanjutkan proyek usahanya," ucap Lalu.
Ide bisnis yang diusung para peserta beragam. Selain olahan pangan kuliner, para peserta berinovasi memanfaatkan bahan sisa kreatif seperti teh dari kulit kopi, pot dari botol bekas, hingga kerajinan tas dari kain perca.

Demo Day Madani Entrepreneurship Academy (MEA) 2026 di Malang, Jawa Timur. Foto: Dok. Istimewa.
Mentor MEA 2026, Puji Subekti, menilai ajang ini membuktikan bahwa generasi muda dari keluarga prasejahtera mampu merintis bisnis mandiri jika diberikan kesempatan dan pendampingan yang tepat.
"Mengajarkan saya bahwa kesempatan yang tepat dapat melahirkan masa depan yang hebat. Semoga semakin banyak anak muda yang tumbuh menjadi wirausaha mandiri dan membawa kebermanfaatan," ungkap Puji.
Rangkaian MEA 2026 ini sebelumnya diawali oleh Jambore Beasiswa PNM x MEA di Magelang pada September 2026 yang diikuti 50 peserta pendampingan daring.