256 Kasus Influenza A Ditemukan di Tangsel, Warga Diimbau Terapkan Pola Hidup Sehat

Ilustrasi freepik

256 Kasus Influenza A Ditemukan di Tangsel, Warga Diimbau Terapkan Pola Hidup Sehat

Hendrik Simorangkir • 1 October 2026 14:56

Tangerang: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi penularan infeksi Influenza Like Illness (ILI) di tengah dinamika cuaca ekstrem yang terjadi saat ini. Berdasarkan data pemantauan, tercatat sebanyak 256 kasus Influenza A telah ditemukan di wilayah tersebut.

"Berdasarkan data sistem kewaspadaan dini dan respons pada pekan ke-36, tercatat sebanyak 256 kasus Influenza A ditemukan. Penyebabnya tercatat cukup beragam," ujar Kepala Dinkes Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar di Tangerang, Kamis, 1 Oktober 2026.

Allin menuturkan, penularan virus influenza A tergolong relatif cepat dan mudah terjadi ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau sedang berbicara.

"Influenza dapat menular melalui percikan droplet. Umumnya ditandai dengan gejala seperti demam tinggi melebihi 38 derajat Celsius, batuk, pilek, hingga sakit tenggorokan," kata Allin.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Tangsel mendorong masyarakat untuk konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), salah satunya dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun di bawah air mengalir. Selain itu, upaya penting untuk meredam risiko infeksi serta mencegah komplikasi berat adalah melalui pemberian vaksinasi, khususnya bagi kelompok rentan.

Ilustrasi. Metrotvnews.com.

Berikut adalah beberapa langkah pencegahan mandiri yang diimbau oleh Dinkes Tangsel:
  1. Menjaga ventilasi serta sirkulasi udara yang baik di dalam ruangan
  2. Menjaga jarak dari orang yang sedang sakit
  3. Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila gejala yang dirasakan semakin memburuk
Sementara itu, berdasarkan laporan spesifik melalui aplikasi New All Record (NAR) oleh Puskesmas Serpong 1, tercatat ada delapan kasus terkonfirmasi positif influenza A dengan rincian waktu penemuan sebagai berikut:
  • 19 Agustus 2026: 1 kasus
  • 1 September 2026: 3 kasus
  • 14 September 2026: 2 kasus
  • 15 September 2026: 2 kasus

(Lukman Diah Sari)