BMKG Ingatkan Potensi Angin Kencang di Sulut hingga 4 Oktober

Arsip - Nelayan diharapkan mewaspadai angin kencang saat melakukan aktifitas. Tampak perahu nelayan yang sandar di Pelabuhan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud. ANTARA/Karel A Polakitan

BMKG Ingatkan Potensi Angin Kencang di Sulut hingga 4 Oktober

Whisnu Mardiansyah • 29 September 2026 09:23

Manado: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat terhadap potensi angin kencang di sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Utara hingga Minggu, 4 Oktober 2026.

"Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, serta peningkatan akumulasi curah hujan," ujar Koordinator Bidang Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Karina Husna di Manado, seperti dilansir Antara, Selasa, 29 September 2026.

Pada Selasa, potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Utara, dan Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Potensi serupa diprediksi meluas pada Rabu, 30 September 2026. Wilayah yang perlu mewaspadai angin kencang meliputi Kota Bitung, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan Kabupaten Kepulauan Talaud.

Pada Kamis, 1 Oktober 2026, angin kencang berpotensi terjadi di Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Utara, dan Kabupaten Kepulauan Sitaro.
 


Selanjutnya, pada Jumat, 2 Oktober 2026, potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan Kabupaten Kepulauan Talaud.

Potensi angin kencang masih berlanjut pada Sabtu, 3 Oktober 2026, dan Minggu, 4 Oktober 2026. Wilayah yang masuk dalam prakiraan meliputi Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan Kabupaten Kepulauan Talaud.

Selain angin kencang, potensi hujan pada Minggu, 4 Oktober 2026, diprakirakan terjadi di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Pengaruh Monsun Australia

Karina menjelaskan kondisi atmosfer di Sulawesi Utara turut dipengaruhi aktivitas Monsun Australia. Fenomena tersebut aktif sejak April 2026 dan diprakirakan tetap berlangsung pada September hingga Oktober 2026 dengan intensitas kuat.

Aktivitas Monsun Australia menyebabkan dominasi angin dari arah selatan sekaligus meningkatkan kecepatan angin di sejumlah wilayah.

Selain itu, kondisi iklim global turut memengaruhi dinamika cuaca di Sulawesi Utara. El Niño dengan intensitas sangat kuat dan nilai Southern Oscillation Index (SOI) -20,2 disebut berpengaruh terhadap pertumbuhan awan di wilayah tersebut.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan penurunan curah hujan dan meningkatkan risiko kekeringan. Dampak lain yang perlu diantisipasi meliputi gagal panen serta meningkatnya risiko kebakaran.

Di sisi lain, gelombang Kelvin diprakirakan melintasi sebagian wilayah Sulawesi Utara pada awal Oktober. Fenomena tersebut berpotensi meningkatkan curah hujan, khususnya di sejumlah wilayah kepulauan Sulawesi Utara.

BMKG melalui informasi prakiraan cuaca terbarunya juga masih mencantumkan Sulawesi Utara sebagai salah satu wilayah yang perlu mewaspadai potensi angin kencang pada periode 29 September hingga 5 Oktober 2026.

(Whisnu M)