Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Foto: Anadolu
Zelensky Klaim 10 Ribu Tentara Korea Utara Siap Dikirim ke Rusia
Muhammad Reyhansyah • 29 September 2026 17:27
Kyiv: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengklaim sekitar 10.000 tentara Korea Utara tengah dipersiapkan untuk dikirim ke Rusia, setelah lebih dari 8.000 personel dari negara tersebut disebut masih berada di wilayah Rusia.
Mengutip “data baru” mengenai integrasi militer Pyongyang dengan Moskow, Zelensky mengatakan pasukan tambahan Korea Utara sedang dipilih untuk menjalani pelatihan sebelum dikerahkan ke Rusia.
“Pasukan tambahan Korea Utara sedang dipersiapkan untuk dikerahkan ke Rusia,” kata Zelensky, dikutip dari TRT World, Selasa, 29 September 2026.
Pernyataan tersebut muncul setelah Zelensky pada Agustus memperingatkan hingga 50.000 tentara Korea Utara dapat dikerahkan untuk bertempur mendukung militer Rusia.
Kyiv kemudian mendesak Korea Selatan memberikan bantuan pertahanan udara. Pada Juli, Seoul berkomitmen memberikan paket bantuan nonmiliter senilai USD100 juta kepada Ukraina.
Pernyataan Zelensky juga muncul di tengah ketegangan diplomatik antara Seoul dan Kyiv terkait pengungkapan pemindahan dua tentara Korea Utara yang ditangkap pasukan Ukraina ke Korea Selatan.
Pemerintah Korea Selatan menyampaikan penyesalan resmi atas pengungkapan tersebut. Seoul mengatakan, kedua negara sebelumnya telah sepakat menjaga pemindahan kedua tentara itu tetap rahasia.
Seoul juga mengajukan protes terhadap pernyataan yang dikeluarkan kantor kepresidenan Ukraina yang menyangkal adanya kesepakatan kerahasiaan.
Menurut perkiraan yang dihimpun badan intelijen Ukraina dan Korea Selatan, Korea Utara telah mengirim sekitar 14.000–15.000 tentara untuk mendukung operasi militer Rusia di Ukraina sejak 2024.
Sebagian besar pasukan tersebut disebut dikerahkan di wilayah perbatasan Kursk untuk membantu pasukan Rusia menghadapi operasi lintas batas Ukraina.
Selain mengirim personel, Korea Utara juga disebut memasok jutaan peluru artileri dan mortir kepada Rusia, bersama rudal balistik, sistem artileri berat jarak jauh, dan sistem roket peluncur multipel. Klaim tersebut disampaikan pejabat Ukraina dan didukung penilaian pertahanan independen.