Film dokumenter tentang perang Gaza, NAZA, diputar di Italia. Foto: Anadolu
Dua Hari Tayang, Film Dokumenter Perang Gaza NAZA Puncaki Box Office
Fajar Nugraha • 2 October 2026 10:02
Roma: Film dokumenter tentang perang Gaza, NAZA, memuncaki box office Italia dalam dua hari pertama penayangannya dengan pendapatan hampir 1,1 juta Euro atau sekitar Rp22,31 miliar.
Data pelacak box office Italia Cinetel menunjukkan NAZA menjadi film dengan pendapatan tertinggi pada Senin, 28 September 2026, hari pertama penayangannya, dengan pemasukan 451.872 Euro dari 60.467 penonton.
“Jumlah tersebut lebih dari dua kali lipat pendapatan penayangan ulang Avengers: Endgame pada hari yang sama, yang meraup 179.612 Euro,” ungkap data Cinetel, dikutip dari Anadolu.
NAZA mempertahankan posisi teratas pada Selasa setelah meraih tambahan 623.164 Euro dari lebih dari 83.000 penonton.
Secara kumulatif, film tersebut telah menghasilkan 1.096.816 Euro dari 146.720 penonton.
Tayang di 515 Bioskop
NAZA awalnya dijadwalkan sebagai penayangan khusus selama tiga hari, yakni 28–30 September, di 515 bioskop di seluruh Italia. Sejumlah bioskop dilaporkan terjual habis.Penayangan film kemudian diperpanjang setelah tingginya permintaan dari penonton.
Dokumenter tersebut disutradarai sineas Israel peraih Oscar, Yuval Abraham dan Rachel Szor. Film mengangkat kesaksian personel militer dan intelijen Israel mengenai pembunuhan warga sipil Palestina di Gaza.
Film direkam secara rahasia selama tiga tahun dari sejumlah atap bangunan di Tel Aviv. Dokumenter tersebut menampilkan kesaksian 24 orang dari kalangan militer dan intelijen Israel yang identitas, suara, serta penampilan mereka diubah secara digital untuk melindungi keamanan mereka.
Personel militer Israel yang tampil dalam film tersebut menggambarkan sistem yang digunakan untuk mengidentifikasi, melacak, dan menyerang target meski terdapat perkiraan korban sipil.
Sejumlah narasumber juga mengatakan mereka menyaksikan kawasan permukiman yang digunakan sebagai tempat perlindungan dibakar serta warga Palestina tewas saat pembagian makanan di Gaza.
Judul film tersebut diambil dari istilah NAZA, singkatan yang digunakan badan intelijen militer Israel Aman untuk menunjukkan jumlah warga sipil yang diperkirakan akan tewas dalam suatu serangan udara.
Raih Penghargaan di Venesia
NAZA sebelumnya meraih Special Jury Prize dalam Festival Film Internasional Venesia setelah pemutaran perdananya mendapat tepuk tangan berdiri selama sekitar 25 menit.Film tersebut juga memicu penolakan dari sejumlah pejabat Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan awal bulan ini bahwa dirinya akan mendorong undang-undang yang menargetkan pihak-pihak yang “mencemarkan nama baik” tentara Israel setelah film tersebut ditayangkan.