Temui Ombudsman, Bappisus Minta Data Lengkap Temuan Hunian Mewah di Lapas Cibinong

Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto. Dok. Tangkapan Layar

Temui Ombudsman, Bappisus Minta Data Lengkap Temuan Hunian Mewah di Lapas Cibinong

Achmad Zulfikar Fazli • 29 September 2026 13:11

Jakarta: Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto bertemu dengan pimpinan Ombudsman RI di Kantor Ombudsman RI, Jakarta. Pertemuan ini untuk melengkapi data temuan Ombudsman terkait hunian mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat

“Pada hari ini saya bertemu dengan para ketua dan anggota Ombudsman untuk mendapatkan data-data lebih lengkap,” ujar Aries dalam Breaking News Metro TV, Selasa, 29 September 2026.
 


Menurut dia, pelengkapan data ini penting dalam proses investigasi yang dilakukan Bappisus. Sehingga, data yang dimiliki lebih komprehensif dan akurat untuk memberikan hasil yang objektif untuk penyelidikan perkara hunian mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong.

“Kemudian kami bekerja sama, komunikasi dan koordinasi dengan Kementerian Impas juga karena bagaimanapun juga ini adalah tanggung jawab dari Kementerian Imipas,” ujar Aries.

Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto- Istimewa

Di samping itu, Aries menjelaskan ada dua topik lain yang dibicarakan dengan Ombudsman dalam pertemuan ini. Pertama, bagaimana penyelesaian kejadian di Lapas Kelas IIA Cibinong, sehingga tidak terjadi juga di lapas lain.

“Ini akan kita tindaklanjuti, sehingga itu bisa menjadi metode atau sistem untuk melakukan pembersihan ke seluruh lapas di Indonesia, karena di Indonesia ini sekarang ada sekitar 500-an rutan dan lapas, 532 kalau tidak salah. Nanti kita lakukan dengan pengalaman yang sudah terjadi di Cibinong,” ujar Aries.

Kedua, Aries dan Ombudsman membahas soal over capacity di lapas. Dia baru mengetahui ada kelebihan kapasitas narapidana hampir 80 persen di seluruh lapas.

“Ada 274 ribu sekian warga binaan dan ini nanti akan coba kita petakan mana yang bisa kita asimilasi dan edukasi di luar lapas, sehingga lapas tidak mengalami over crowded,” ujar Aries.

(Achmad Zulfikar Fazli)