Ilustrasi. Foto: Dok MI
Rupiah Sentuh Rp18 Ribu/USD, BI Sebut Tekanan Eksternal Masih Tinggi
Eko Nordiansyah • 29 September 2026 11:27
Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyebut, pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh berlanjutnya kekhawatiran atas tekanan inflasi global dan risiko fiskal. Rupiah pagi ini menyentuh level Rp18.020 per USD, melemah 42 poin atau 0,23 persen.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, pelemahan rupiah juga sejalan dengan kenaikan harga minyak hingga di atas USD108 per barel di tengah belum tercapainya kesepakatan terkait pembukaan Selat Hormuz.
"Hal ini mendorong ekspektasi pengetatan kebijakan moneter Amerika Serikat lebih lanjut, sehingga yield UST tenor 10 tahun kembali naik ke level 5,23 persen, tertinggi sejak 2007," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa, 29 September 2026.
Erwin menjelaskan, tekanan nilai tukar juga didorong oleh kebutuhan valas importir menjelang akhir kuartal III, serta arus keluar dana dari portofolio aset negara emerging markets di tengah kenaikan yield obligasi.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Jaga stabilitas rupiah di pasar
BI terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar Rupiah terjaga sesuai fundamentalnya. Selain itu, BI mengelola struktur suku bunga di pasar uang dengan penguatan strategi operasi moneter pro-market."Efektivitas stabilisasi nilai tukar juga diperkuat dan kecukupan likuiditas dijaga dengan meningkatkan insentif untuk instrumen Swap dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) Lindung Nilai kepada Bank Indonesia dalam rangka pendanaan luar negeri," ujar dia.
Ia mengungkapkan, intervensi akan terus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan DNDF di pasar domestik, disertai pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
"Koordinasi dan komunikasi dengan korporasi dan pelaku pasar terus dilakukan secara intensif," ungkap dia.
Secara umum, pergerakan rupiah masih sejalan dengan pergerakan mata uang kawasan (regional), dengan pelemahan terbatas secara quarter-to-date (qtd) sebesar 0,67 persen. Cadangan devisa tercatat meningkat ke level USD146,5 miliar pada akhir Agustus 2026.