Jadwal Lengkap Puasa Sunah Jumadil Awal 1448 H

Ilustrasi Pexels

Jadwal Lengkap Puasa Sunah Jumadil Awal 1448 H

Putri Purnama Sari • 14 October 2026 09:34

Jakarta: Bulan Jumadil Awal 1448 Hijriah menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk kembali menjalankan berbagai ibadah sunah, termasuk puasa. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, puasa sunah dapat menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan, melatih pengendalian diri, dan membiasakan diri beribadah secara konsisten.

Ada beberapa puasa sunah yang dapat dikerjakan secara rutin, di antaranya puasa Daud, puasa Ayyamul Bidh, dan puasa Senin-Kamis. Ketiganya memiliki ketentuan pelaksanaan dan keutamaan masing-masing sebagaimana dijelaskan dalam sejumlah hadis.

Puasa Daud dilakukan dengan pola sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa. Sementara itu, puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan selama tiga hari pada pertengahan bulan Hijriah, yakni tanggal 13, 14, dan 15. Adapun puasa Senin-Kamis dapat dikerjakan setiap pekan pada hari Senin, Kamis, atau keduanya.

Berikut jadwal puasa sunah selama bulan Jumadil Awal 1448 H, lengkap dengan penjelasan dan dalilnya.

1. Jadwal Puasa Daud Jumadil Awal 1448 H

Puasa Daud merupakan puasa sunah yang dilakukan secara berselang-seling, yakni sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa. Puasa ini dikenal sebagai salah satu puasa yang utama dalam Islam.

Keutamaan puasa Daud dijelaskan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim. Rasulullah SAW bersabda kepada Abdullah bin Amr RA:

Artinya: “Berpuasalah sehari dan berbukalah sehari. Itulah puasa Daud, dan itulah puasa yang paling utama.” (HR Bukhari dan Muslim)

Umat Islam yang ingin menjalankan puasa Daud selama bulan Jumadil Awal 1448 H dapat mengikuti pola sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa secara konsisten.

Pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan hari terakhir berpuasa agar pola tersebut tetap berkesinambungan. Oleh karena itu, jadwal puasa Daud setiap orang dapat berbeda, bergantung pada pola puasa yang telah dijalankan sebelumnya.

2. Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Jumadil Awal 1448 H

Puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunah yang dianjurkan untuk dilaksanakan selama tiga hari pada pertengahan bulan Hijriah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15.

Anjuran melaksanakan puasa Ayyamul Bidh salah satunya terdapat dalam hadis riwayat Tirmidzi. Rasulullah SAW berpesan kepada Abu Dzar RA:

Artinya: “Wahai Abu Dzar, apabila kamu berpuasa tiga hari setiap bulan, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15.” (HR Tirmidzi)

Berdasarkan tanggal yang tercantum dalam naskah kalender Hijriah 2026, puasa Ayyamul Bidh bulan Jumadil Awal 1448 H diperkirakan berlangsung pada:

  • Sabtu, 24 Oktober 2026: 13 Jumadil Awal 1448 H
  • Minggu, 25 Oktober 2026: 14 Jumadil Awal 1448 H
  • Senin, 26 Oktober 2026: 15 Jumadil Awal 1448 H

Dengan demikian, umat Islam dapat mempersiapkan diri untuk menjalankan puasa Ayyamul Bidh selama tiga hari tersebut. Namun, kesesuaian tanggal Masehi dan Hijriah perlu dipastikan kembali berdasarkan kalender resmi yang digunakan.

3. Jadwal Puasa Senin-Kamis Jumadil Awal 1448 H

Puasa Senin-Kamis merupakan puasa sunah yang dapat dilaksanakan secara rutin setiap pekan. Umat Islam dapat memilih berpuasa pada hari Senin, Kamis, atau keduanya sesuai kemampuan.

Anjuran menjaga puasa Senin dan Kamis diriwayatkan dari Aisyah RA. Ia berkata:

Artinya: “Nabi SAW selalu menjaga puasa Senin dan Kamis.” (HR Tirmidzi dan Ahmad)

Berikut jadwal puasa Senin-Kamis selama bulan Jumadil Awal 1448 H berdasarkan daftar tanggal dalam naskah awal:

  • Senin, 12 Oktober 2026: 1 Jumadil Awal 1448 H
  • Kamis, 15 Oktober 2026: 4 Jumadil Awal 1448 H
  • Senin, 19 Oktober 2026: 8 Jumadil Awal 1448 H
  • Kamis, 22 Oktober 2026: 11 Jumadil Awal 1448 H
  • Senin, 26 Oktober 2026: 15 Jumadil Awal 1448 H
  • Kamis, 29 Oktober 2026: 18 Jumadil Awal 1448 H
  • Senin, 2 November 2026: 22 Jumadil Awal 1448 H
  • Kamis, 5 November 2026: 25 Jumadil Awal 1448 H
  • Senin, 9 November 2026: 29 Jumadil Awal 1448 H

Jadwal tersebut dapat menjadi panduan awal bagi umat Islam yang ingin membiasakan puasa sunah setiap pekan. Pastikan kembali kesesuaian tanggal Masehi dan Hijriah sebelum melaksanakan puasa.

Menjalankan puasa sunah secara rutin dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Umat Islam dapat memilih jenis puasa sesuai kemampuan dan tetap memperhatikan ketentuan pelaksanaannya.

Apakah Boleh Berpuasa dengan Dua Niat Sekaligus?

Beberapa jadwal puasa sunah yang tertera di atas bertepatan pada hari yang sama, misalnya puasa Senin-Kamis yang bertepatan dengan puasa Ayyamul Bidh. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai kebolehan menggabungkan dua niat puasa dalam satu waktu.

Mengutip NU Online, terdapat perbedaan pandangan ulama mengenai penggabungan niat dalam ibadah sunah. Imam Bujairimi dalam kitab Tuhfatul Habib 'ala Syarhil Khatib menjelaskan, seseorang yang menjalankan puasa dengan dua sebab sekaligus dapat memperoleh pahala dari keduanya.

Artinya, apabila seseorang berpuasa pada hari Senin yang bertepatan dengan tanggal Ayyamul Bidh, ia dapat berniat menjalankan kedua puasa tersebut sekaligus. Dengan demikian, ia diharapkan memperoleh keutamaan dari masing-masing puasa.

Meski demikian, perincian hukum dan pahala penggabungan niat dapat berbeda menurut pandangan ulama. Karena itu, umat Islam dapat mengikuti pendapat ulama yang menjadi rujukan dalam menjalankan ibadah.

Demikian jadwal puasa sunah Jumadil Awal 1448 H yang dapat menjadi panduan bagi umat Islam untuk menjalankan ibadah sunah selama bulan tersebut.

(Yaumil Tianri Rahmi)

(Putri Purnama Sari)