Menbud Dorong Revitalisasi Museum sebagai Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon di Museum Rudana, Ubud, Bali. Dok. Istimewa

Menbud Dorong Revitalisasi Museum sebagai Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi

Achmad Zulfikar Fazli • 20 October 2026 10:58

Gianyar: Kementerian Kebudayaan (Kemenbud)mendorong akselerasi pemajuan museum di seluruh Indonesia sebagai pusat edukasi, etalase peradaban, hingga motor baru pertumbuhan ekonomi (new engine of economic growth). Apalagi, Kemenbud dibentuk sebagai kementerian mandiri oleh Presiden Prabowo Subianto untuk fokus dan mengakselerasi penuh perlindungan, pemanfaatan, serta diplomasi kebudayaan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon saat memberikan sambutan pada acara Peringatan Hari Museum Indonesia 2026 yang digelar di Museum Rudana, Ubud, Bali. Menurut dia, peringatan Hari Museum Indonesia merupakan momentum krusial untuk kembali menghidupkan museum-museum Tanah Air milik pemerintah pusat, daerah, swasta, maupun perorangan.

“Museum bukan sekadar tempat menyimpan artefak atau cost center, melainkan ruang hidup, pusat inspirasi, serta potensi besar sebagai new engine of economic growth. Jika ditata dan dikelola dengan baik lewat pameran yang standar, penceritaan (storyline) yang kuat, hingga sentuhan teknologi imersif, museum mampu menarik antusiasme publik yang sangat besar, khususnya generasi muda," ungkap Fadli Zon dalam keterangan tertulis, Selasa, 20 Oktober 2026.

Fadli Zon menerangkan sejumlah program revitalisasi museum yang menjadi program prioritas Kemenbud. Menurut dia, Museum Sriwijaya Dharmakirti di Muara Jambi yang baru diresmikan pada Agustus 2026 dapat menjadi salah satu bukti konkret program penghidupan kembali museum.

Meskipun belum terjangkau transportasi umum yang memadai, penataan museum yang modern dengan sentuhan teknologi mampu menyedot tiga hingga empat ribu pengunjung per hari pada akhir pekan.
 


Fadli Zon juga menjelaskan sejumlah bentuk komitmen nyata Kemenbud dalam memajukan ekosistem budaya sekaligus permuseuman nasional. Kemenbud telah melakukan revitalisasi fisik dan tata pamer museum, penguatan sumber daya manusia dan riset, dukungan pendanaan swasta dan filantropis, penguatan sistem registrasi nasional, serta inovasi program generasi muda.

Fadli Zon menegaskan kebudayaan merupakan sumber daya yang bersifat sirkular dan tidak pernah habis. Oleh karena itu, perlu sinergi erat antara pemerintah, lembaga swasta, hingga komunitas dan masyarakat untuk melestarikan ekosistem budaya, salah satunya melalui revitalisasi museum.

Fadli Zon mengatakan museum juga memiliki peran strategis dalam merawat warisan budaya, memperkuat identitas bangsa, serta menjadi ruang edukasi, penelitian, dialog, dan kreativitas yang inklusif dan relevan bagi masyarakat.

“Mari kita jadikan museum bukan hanya sebagai rumah bagi koleksi, melainkan juga sebagai rumah bagi gagasan, ingatan kolektif, dialog, dan masa depan kebudayaan Indonesia. Kebudayaan adalah sokoguru bangsa, dan museum merupakan salah satu rumah utama tempat nilai-nilai kebangsaan dirawat, dipelajari, diwariskan, dan terus dikembangkan,” ujar Fadli Zon.

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon di Museum Rudana, Ubud, Bali. Dok. Istimewa

Peringatan Hari Museum Indonesia 2026 menghadirkan prosesi Penganugerahan Ksatria Award dari Museum Rudana kepada sejumlah pegiat budaya dan museum, yakni Prof. Dr. RM. Soemitro Djojohadikoesoemo sebagai penerima Anugerah Ksatria Mahottama Nagara; Dr. Nyoman Nuarta sebagai penerima Anugerah Ksatria Mahottama Budaya; serta Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebagai penerima Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara. Selain itu, Fadli Zon membuka pameran tunggal perupa Wayan Kun Adnyana bertajuk “Gunung Suwung: Enigmatic Color Triumph through a Retrospective Journey”.

Kegiatan tersebut dihadiri Founder Museum Rudana, Nyoman Rudana; Ambassador Extraordinary and Plenipotentiary of Romania to the Republic of Indonesia, Timor-Leste, and ASEAN, Dan Adrian B?l?nescu; Rektor ISI Bali, I Wayan Kun Adnyana; Rektor Universitas Hindu Indonesia (UNHI), Cokorda Gde Bayu Putra; serta pegiat museum dan komunitas budaya.

Kemudian, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Staf Khusus Menteri bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda; serta Penasihat Menteri bidang Pengembangan Strategi dan Optimalisasi Pengelolaan Museum, Putu Supadma Rudana juga hadir dalam acara tersebut.

(Achmad Zulfikar Fazli)