Direktur Utama PT Maxon Technology Teh Yee Keong. Dok. Istimewa
Perusahaan Tingkatkan Efisiensi Konstruksi Data Center
Achmad Zulfikar Fazli • 17 October 2026 15:39
Cikarang: PT Maxon Prime Technology meresmikan Design for Manufacturing and Assembly (DFMA) Workshop dan meluncurkan Quality Training Center di Cikarang, Jumat, 16 Oktober 2026. Fasilitas ini dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi konstruksi data center dan memperkuat kompetensi tenaga teknik Indonesia di tengah pesatnya pertumbuhan industri pusat data.
Perusahaan menyebut fasilitas tersebut sebagai DFMA Workshop dan Quality Training Center pertama di Indonesia untuk mendukung kebutuhan konstruksi data center, dengan pusat pelatihan yang dilengkapi sistem beroperasi langsung atau live system.
Direktur Utama PT Maxon Technology Teh Yee Keong berharap pengembangan fasilitas tersebut membuat proses konstruksi data center berjalan lebih cepat, efisien, dan menghasilkan kualitas pekerjaan yang semakin baik.
Sementara itu, Project Director PT Maxon Prime Technology, Tedi Hadisaputra, menjelaskan pembangunan DFMA Workshop bertujuan mempercepat proses instalasi konstruksi, menghemat waktu dan biaya, serta mengurangi pekerjaan ulang atau rework di lapangan.
“Tujuan utamanya adalah proses instalasi konstruksi lebih cepat. Otomatis akan menghemat waktu dan cost,” ujar Tedi dalam keterangan tertulis, Sabtu, 17 Oktober 2026.
DFMA memiliki pendekatan yang mengintegrasikan proses perancangan dengan manufaktur dan perakitan. Dalam konstruksi data center, metode ini memungkinkan sejumlah komponen difabrikasi dan diuji terlebih dahulu di workshop sebelum dikirim ke lokasi proyek.
Baca Juga :
Menurut Tedi, penerapan sistem tersebut dilakukan pada salah satu proyek data center di Cikarang. Melalui metode ini, proses fabrikasi, instalasi, dan pengujian awal dapat dilakukan sebelum komponen dipasang di lokasi proyek.
Setelah dinyatakan lolos pengujian, komponen dibawa ke lokasi untuk dipasang dan menjalani pengujian lanjutan. Alur tersebut diharapkan membuat pekerjaan lebih efisien dari sisi waktu maupun tenaga.
Perusahaan juga meluncurkan Quality Training Center yang dilengkapi fasilitas pelatihan untuk simulasi pekerjaan, pengujian kualitas, dan pengenalan sistem teknis yang digunakan dalam operasional data center.
Keunggulan pusat pelatihan ini terletak pada penggunaan sejumlah sistem yang beroperasi secara langsung atau live system. Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya mempelajari teori atau menggunakan peralatan demonstrasi, tetapi juga dapat memahami cara kerja sistem teknis yang digunakan dalam operasional data center.
Fasilitas tersebut mencakup sistem fire protection, Building Management System (BMS), serta pump room yang terintegrasi dan dipantau melalui BMS. Peserta dapat mempelajari keterkaitan antarsistem sekaligus memahami penerapan standar kualitas dalam pekerjaan teknis.
Kombinasi DFMA Workshop dan Quality Training Center dengan sistem live system ini yang menurut perusahaan menjadi pembeda fasilitas tersebut.
Pada tahap awal, pusat pelatihan tersebut diprioritaskan untuk meningkatkan kemampuan karyawan internal. Namun, perusahaan juga membuka peluang kerja sama dengan pihak eksternal, termasuk pemilik proyek, pihak ketiga, sekolah kejuruan, dan perguruan tinggi.
Pelatihan ini juga diproyeksikan membantu lulusan baru dari bidang mesin, kelistrikan, dan elektro agar lebih memahami kebutuhan khusus industri data center sebelum terlibat langsung dalam proyek.
Jawab Kebutuhan Tenaga Ahli Data Center
Pertumbuhan pembangunan data center di sejumlah kawasan industri, termasuk Cikarang, Karawang, dan Batam, meningkatkan kebutuhan tenaga kerja yang memiliki pengalaman dan keterampilan khusus di bidang tersebut.
Tedi menilai salah satu tantangan industri adalah belum meratanya pengalaman tenaga teknik dalam menangani pekerjaan konstruksi data center.
“Banyak pekerja data center, tetapi tidak semua punya pengalaman di data center,” kata Tedi.

Direktur Utama PT Maxon Technology Teh Yee Keong. Dok. Istimewa
Melalui Quality Training Center, perusahaan berharap dapat meningkatkan keterampilan tenaga teknik sekaligus membuka peluang pengembangan sumber daya manusia melalui kerja sama dengan sekolah, SMK, dan universitas.
Menurut Tedi, kebutuhan tenaga kerja tidak hanya muncul pada tahap konstruksi, tetapi juga dalam pengoperasian fasilitas data center. Karena itu, pembekalan keterampilan teknis sejak dini dinilai penting untuk mempersiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Tingkatkan Kompetensi Engineer Indonesia
Ke depan, perusahaan menargetkan peningkatan kompetensi internal agar tenaga teknik Indonesia mampu memenuhi standar dan kebutuhan proyek data center yang terus berkembang.
Perusahaan juga berencana menyesuaikan materi serta fasilitas pelatihan seiring perkembangan teknologi. Dengan demikian, pusat pelatihan tidak hanya berfokus pada sistem yang tersedia, tetapi juga dapat dikembangkan mengikuti kebutuhan pasar.
“Kami berharap engineer-engineer Indonesia mempunyai kemampuan yang tinggi sesuai kebutuhan pasar global terutama di data center,” ujar Tedi.