Percepat Pemadaman Karhutla, BPBD Palangka Raya Kerahkan Ekskavator

Ilustrasi. ANTARA/HO-Balai Besar TNBTS

Percepat Pemadaman Karhutla, BPBD Palangka Raya Kerahkan Ekskavator

Lukman Diah Sari • 21 October 2026 16:57

Palangka Raya: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mengerahkan alat berat jenis ekskavator untuk membuka akses jalan dan membuat sekat bakar. Langkah ini diambil guna mempercepat proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sulit dijangkau.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi, mengungkapkan salah satu titik api yang ditangani menggunakan alat berat berada di sekitar kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Palangka Raya, Jalan Soekarno.

"Pengerahan alat berat tersebut dilakukan karena titik api berjarak sekitar 600-700 meter dari jalan utama sehingga sulit dijangkau armada pemadam kebakaran. Ekskavator kami kerahkan untuk membuat sekat bakar agar api tidak meluas, sekaligus membuka akses agar mobil pemadam bisa langsung mendekati titik api,” katanya di Palangka Raya, Rabu, 21 Oktober 2026, melansir Antara.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya Hendrikus Satriya Budi. ANTARA/Dokumentasi Pribadi.

Budi menjelaskan, kebakaran di kawasan tersebut telah berlangsung selama dua hari. Kondisi medan yang sulit ditembus menjadi kendala utama bagi personel gabungan. Sebelum akses darurat ini dibuka, petugas terpaksa mengandalkan sumber air dari sumur bor milik warga dengan menyambungkan selang hingga 10 rol. Akibat jarak yang terlalu jauh, tekanan air menjadi lemah sehingga pemadaman tidak maksimal.

Kini, dengan terbukanya jalur baru, armada pemadam diharapkan dapat membawa pasokan air tepat ke titik sasaran, sekaligus mencegah rambatan api ke kawasan perkantoran pemerintah. Budi menambahkan, pengerahan ekskavator ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Wali Kota Palangka Raya.

“Tujuan utamanya sesuai arahan wali kota adalah mempermudah personel dan armada masuk ke lokasi. Selain untuk pemadaman, jalur yang dibuka ini nantinya juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat,” ujarnya.

Sebagai informasi, sejak status siaga darurat karhutla ditetapkan pada 1 Juni hingga 20 Oktober 2026, BPBD Kota Palangka Raya mencatat telah terjadi 932 kejadian kebakaran yang menghanguskan total 1.453,64 hektare lahan.

Berikut adalah rincian sebaran kejadian karhutla di lima kecamatan di Palangka Raya:
  • Kecamatan Jekan Raya: 571 kejadian

  • Kecamatan Sebangau: 185 kejadian

  • Kecamatan Bukit Batu: 87 kejadian

  • Kecamatan Pahandut: 83 kejadian

  • Kecamatan Rakumpit: 6 kejadian

(Lukman Diah Sari)