Eisenkot Tolak Gabung Koalisi Netanyahu, Bahkan jika Diminta Trump

Pemimpin Partai Yashar dari kubu oposisi, Gadi Eisenkot. (Anadolu Agency)

Eisenkot Tolak Gabung Koalisi Netanyahu, Bahkan jika Diminta Trump

Willy Haryono • 3 November 2026 06:15

Tel Aviv: Pemimpin Partai Yashar dari kubu oposisi, Gadi Eisenkot, menegaskan bahwa dirinya tidak akan bergabung dengan koalisi pimpinan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, bahkan jika ia diminta langsung oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Penyiar publik KAN melaporkan pada Senin, 2 November 2026, bahwa Eisenkot menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah pertemuan tertutup baru-baru ini.

"Saya tidak akan bergabung dengan pemerintahan yang dipimpin Netanyahu," tegas Eisenkot sebagaimana dikutip KAN dari sumber-sumber yang tidak disebutkan namanya.

"Jika Trump mengundang saya, saya akan menghormatinya dan menghadiri pertemuan tersebut. Namun, saya akan menegaskan bahwa ini merupakan urusan internal Israel dan saya akan mencegah campur tangan pihak luar," tambahnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah Netanyahu mengatakan terbuka untuk berunding mengenai pembentukan pemerintahan yang lebih luas. Namun, ia bersikeras tetap memimpin pemerintahan dan menolak koalisi yang bergantung pada dukungan dua partai Arab utama, yakni Ra'am dan Joint List.

Dalam pemilu parlemen pekan lalu, blok pendukung Netanyahu memperoleh 53 kursi. Sementara itu, partai-partai oposisi yang dipimpin kelompok Yahudi meraih 48 kursi dan partai-partai Arab memperoleh 19 kursi.

Hasil tersebut membuat tidak ada satu kubu pun yang menguasai mayoritas di Knesset yang memiliki 120 kursi.

Dukungan untuk Eisenkot Capai 67 Kursi

Partai Together pimpinan Naftali Bennett, Partai Democrats pimpinan Yair Golan, serta Partai Yisrael Beytenu pimpinan Avigdor Lieberman telah memutuskan untuk merekomendasikan Eisenkot sebagai kandidat pembentuk pemerintahan berikutnya.

Dukungan yang diperkirakan datang dari dua partai Arab juga berpotensi meningkatkan jumlah anggota parlemen yang mendukung Eisenkot menjadi 67 orang.

Namun, penolakan Lieberman untuk bergabung dengan pemerintahan yang melibatkan partai-partai Arab atau bergantung pada dukungan mereka masih menjadi hambatan dalam pembentukan koalisi.

Para pemimpin oposisi dijadwalkan bertemu pada Selasa untuk menyelaraskan posisi masing-masing sebelum Presiden Israel Isaac Herzog memulai konsultasi dengan faksi-faksi parlemen pada Rabu.

Konsultasi tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari sebagai bagian dari proses penentuan kandidat yang akan diberi mandat membentuk pemerintahan baru.

Baca juga: Netanyahu Pertimbangkan Koalisi dengan Oposisi di Tengah Kebuntuan Politik Israel

(Willy Haryono)