Peta sebaran titik panas Kaltim (Dok. BMKG)
BMKG Deteksi 485 Titik Panas di Kaltim, Termasuk di Kawasan IKN
Media Indonesia • 28 October 2026 21:50
Samarinda: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data pemantauan sebaran titik panas (hotspot) di wilayah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) periode Rabu, 28 Oktober 2026. Berdasarkan sinkronisasi data FTP Himawari BMKG pukul 21.05 WITA, tercatat sebanyak 485 titik panas tersebar di sejumlah kabupaten dan kota, termasuk di antaranya kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dari total 485 titik panas yang terdeteksi, mayoritas berada pada tingkat kepercayaan sedang sebanyak 463 titik, tingkat kepercayaan tinggi 18 titik, dan tingkat kepercayaan rendah sebanyak 4 titik. Pemantauan ini dilakukan menggunakan gabungan data satelit Terra, Aqua, S-NPP, dan NOAA20.
- Kutai Barat (Kubar): 188 titik (Rendah: 1, Sedang: 174, Tinggi: 13)
- Kutai Kartanegara (Kukar): 147 titik (Rendah: 3, Sedang: 140, Tinggi: 4)
- Kutai Timur (Kutim): 83 titik (Rendah: 0, Sedang: 82, Tinggi: 1)
- Paser: 39 titik (Rendah: 0, Sedang: 39, Tinggi: 0)
- IKN: 21 titik (Rendah: 0, Sedang: 21, Tinggi: 0)
- Penajam Paser Utara (PPU): 14 titik (Rendah: 0, Sedang: 14, Tinggi: 0)
- Kota Bontang: 7 titik (Rendah: 0, Sedang: 7, Tinggi: 0)
- Kota Samarinda: 6 titik (Rendah: 0, Sedang: 6, Tinggi: 0)
- Berau: 1 titik (Rendah: 0, Sedang: 1, Tinggi: 0)
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Nurlaila, mengatakan pihaknya langsung merespons laporan sebaran titik panas dari BMKG. Berdasarkan data pemantauan periode pukul 01.00 hingga 17.00 Wita, terpantau sebanyak 14 titik panas yang seluruhnya terkonsentrasi di Kecamatan Waru.
"Menindaklanjuti laporan sebaran titik panas dari BMKG ini, kami langsung bergerak cepat melakukan langkah-langkah penanganan di lapangan," ujar Nurlaila.
.jpeg)
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto: Antara.
Ia mengungkapkan bahwa sebaran 14 titik panas di Kecamatan Waru tersebut terbagi di tiga wilayah kelurahan dan desa, yakni satu titik di Kelurahan Waru, satu titik di Desa Sesulu, serta 12 titik yang terpantau di Desa Api-Api.
Langkah strategis yang dilakukan meliputi koordinasi dengan pihak terkait, termasuk manajemen PT Fajar Surya Swadaya (FSS), guna memperbarui informasi serta memastikan langkah penanganan karhutla berjalan optimal, mengingat lokasi titik panas tersebut berada di dalam wilayah konsesi perusahaan di Kecamatan Waru.
“Kami terus menyiagakan personel dan memantau perkembangan cuaca guna mengantisipasi potensi kemunculan titik panas susulan di tengah kondisi cuaca yang kering. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar demi keselamatan bersama dan kelestarian lingkungan,” pungkasnya. (MI/Ervan MB)