Drainase dan Sungai di Sleman Dibersihkan Jelang Musim Hujan

Ilustrasi hujan deras. (Dokumentasi/ BMKG)

Drainase dan Sungai di Sleman Dibersihkan Jelang Musim Hujan

Silvana Febiari • 8 October 2026 15:54

Sleman: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengintensifkan pembersihan drainase, irigasi, dan aliran sungai. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi risiko genangan dan banjir menjelang musim hujan pada November mendatang.

Bupati Sleman Harda Kiswaya menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) memastikan seluruh saluran air berfungsi dengan baik. Upaya mitigasi difokuskan di kawasan rawan, seperti Sleman utara, Kecamatan Depok, dan wilayah sepanjang bantaran sungai besar.

"Fasilitas drainase dan sungai harus dibersihkan supaya aliran air lancar, sehingga banjir bisa dicegah atau paling tidak dikurangi dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat," kata Harda, dilansir dari Antara, Kamis, 8 Oktober 2026. 


Harda juga telah meminta keterlibatan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta masyarakat untuk aktif menginformasikan titik-titik saluran yang tersumbat. Selain pembenahan infrastruktur, pengelolaan sampah di tingkat hulu menjadi perhatian utama. 

Pemkab Sleman terus mengoptimalkan fasilitas pengolahan sampah di Minggir, Turi, dan Kalasan, sambil mengedukasi warga agar tidak membuang sampah di saluran air.

"Kami mengingatkan, kita semua harus hati-hati menghadapi musim hujan yang akan datang, sehingga infrastruktur berkaitan aliran air hujan kami persiapkan dengan baik mengantisipasi adanya air banjir atau menggenang," ungkapnya.


Bupati Sleman Harda Kiswaya. (ANTARA/Sutarmi)


Secara teknis, Kepala DPUPKP Sleman Sukarmin menjelaskan pemeliharaan rutin dilakukan secara intensif. Salah satunya mengerahkan masing-masing tiga tim drainase dan tim irigasi yang terbagi di wilayah barat, tengah, dan timur.

"Setiap hari tim bekerja sesuai target untuk membersihkan sedimen dan tumpukan sampah. Koordinasi lapangan juga diperkuat melalui UPT di setiap wilayah," ujar Sukarmin.

Sukarmin menambahkan pemantauan ketat diprioritaskan pada wilayah padat penduduk seperti Depok, Melati, dan Ngaglik. Pihaknya mencatat fenomena luapan air yang terjadi di Sleman mayoritas berupa genangan singkat yang surut dalam kurun waktu kurang dari 30 menit.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), awal musim penghujan di wilayah Sleman utara diprediksi mulai pada Dasarian III November. Sedangkan wilayah Sleman tengah ke selatan diperkirakan memasuki musim hujan pada Dasarian I Desember 2026.

"Pemkab memanfaatkan jeda waktu yang ada untuk merampungkan pengerjaan pengerukan dan pembersihan saluran air di seluruh titik rawan," ucapnya.

(Silvana Febiari)