Survei: Perempuan Jadi Penopang Belanja Pariwisata Indonesia

Ilustrasi. Foto: Pariwisataindonesia.id

Survei: Perempuan Jadi Penopang Belanja Pariwisata Indonesia

Andika Fauzan Azhari • 7 October 2026 17:36

Jakarta: Hasil survei terbaru Populix menunjukkan sektor pariwisata Indonesia tetap berdaya tahan (resilient) di tengah ketidakpastian ekonomi. Ketahanan industri ini utamanya didorong oleh kelompok perempuan serta masyarakat berpenghasilan menengah ke atas (middle-upper income) yang konsisten mengalokasikan anggaran untuk perjalanan atau traveling.  
 
Senior Research Director Populix Indah Tanip menjelaskan, terdapat perbedaan tren belanja yang cukup signifikan antarsegmen demografi. Saat kelompok pria lebih terdorong mengalokasikan pengeluaran besar untuk renovasi rumah atau kendaraan, kelompok perempuan justru lebih memilih menggunakan anggarannya untuk berwisata.  
 
"Kalau untuk perempuan, mereka lebih memilih menggunakannya untuk jalan-jalan atau traveling. Bahkan sebagian besar perempuan memilih tidak membeli barang apa pun dan lebih menahan uangnya, tetapi kalaupun dikeluarkan, lebih banyak digunakan untuk jalan-jalan," ujar Senior Research Director Populix, Indah Tanip dalam paparan survei Populix di Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2026.  
 
Indah menilai fenomena ini menjadi angin segar bagi industri pariwisata nasional. Daya beli masyarakat pada sektor ini relatif tidak terganggu meski dihadapkan pada tantangan ekonomi makro.
 


Pemprov Tegaskan Wisata di Bali Aman Jika Turis Asing Taat Aturan

(Destinasi wisata di Bali. Foto: dok Kemenpar)

 

Daya tahan industri pariwisata nasional

 
Menurut Indah, kecenderungan responden dari kelompok perempuan serta segmen middle-upper income yang tetap menyisihkan tabungan untuk berwisata membuktikan bahwa aktivitas traveling telah menjadi kebutuhan gaya hidup yang kuat.  
 
"Kemungkinan besar industri tourism ini akan resilient. Meskipun harga BBM naik atau biaya tiket pesawat naik, sektor ini lebih tahan banting karena kita melihat mereka masih menyimpan budget untuk traveling sesuai hobi mereka," tambah Indah.  
 
Populix mencatat konsumen saat ini sangat cermat dan memegang kendali penuh atas alur kas pribadi mereka. Meski mereka membatasi belanja barang-barang sekunder secara harian, alokasi dana khusus untuk liburan dan perjalanan tetap dijaga agar tidak terganggu oleh tekanan ekonomi jangka pendek.

(Husen Miftahudin)