Ilustrasi kepadatan penumpang di Stasiun Duri, Jakarta. Foto: Antara.
KAI Commuter Evaluasi Kelayakan Fasilitas di Seluruh Stasiun
Rahmatul Fajri • 4 October 2026 20:41
Jakarta: PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) melakukan evaluasi dan uji kelayakan fasilitas secara menyeluruh di seluruh jaringan stasiun Commuter Line. Langkah ini menjadi bahan pembelajaran serius manajemen pascainsiden gangguan operasional eskalator yang terjadi di Stasiun Duri, Jakarta Barat.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menegaskan bahwa pihak manajemen berkomitmen meningkatkan keandalan serta pemeliharaan sarana prasarana penunjang bagi para penumpang. Evaluasi ini dilakukan agar fasilitas publik di stasiun tetap aman digunakan.
“Kejadian ini menjadi pembelajaran bagi kami untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap fasilitas layanan, tidak hanya di Stasiun Duri namun juga di stasiun-stasiun lainnya, sehingga kejadian yang sama tidak terulang lagi,” ujar Karina dalam keterangan tertulis, Minggu, 4 Oktober 2026.
Saat ini, perbaikan intensif tengah dilakukan oleh tim teknis untuk memastikan fasilitas tersebut kembali berfungsi normal. Kemudian dilanjutkan dengan uji kelayakan aspek keselamatan sebelum dioperasikan kembali untuk umum.
"Selama proses perbaikan eskalator, pengguna untuk sementara waktu dapat menggunakan tangga manual, sedangkan bagi pengguna prioritas disarankan menggunakan lift di belakang mushola," ujar Karina.
Karina mengimbau seluruh penumpang Commuter Line yang transit maupun berpindah peron di Stasiun Duri untuk mengutamakan keselamatan dengan tidak terburu-buru atau berlari di area peron dan tangga.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Perbaikan kami lakukan secara maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan pengguna," kata Karina.

Ilustrasi KRL. Foto: dok. Antara.
Mengenai penanganan dampak insiden, KAI Commuter memberikan pendampingan penuh kepada 12 pengguna yang terdampak. Dari total korban, tujuh orang langsung melanjutkan perjalanan, tiga orang diperbolehkan pulang usai mendapat perawatan di Rumah Sakit Duta Indah, dan dua orang sisanya masih menjalani perawatan medis intensif.
“Kami akan terus mendampingi pengguna yang masih dalam perawatan sampai pulih dan kembali ke keluarga dengan kondisi baik. Kami telah berkoordinasi dengan pihak Jasa Raharja Putera untuk jaminan pembiayaan kepada seluruh pengguna yang terdampak selama masa perawatan dan pengobatan,” kata Karina.