Kepala Seksi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adhi. (ANTARA/HO-Polres Garut)
Video Macan Terkam Warga di Gunung Papandayan Garut Hoaks
Silvana Febiari • 14 July 2026 14:39
Garut: Kepolisian Resor (Polres) Garut memastikan tidak ada macan atau binatang buas yang turun gunung dan menyerang warga Kabupaten Garut, Jawa Barat. Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul beredarnya video di media sosial yang menarasikan adanya serangan hewan buas.
"Informasi mengenai adanya macan yang menerkam tiga warga di kawasan Gunung Papandayan adalah hoaks," kata Kepala Seksi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adhi, dilansir dari Antara, Selasa, 14 Juli 2026.
Polres Garut menerima laporan terkait sebaran video dan narasi di media sosial serta pesan berantai WhatsApp yang menyebut tiga warga diterkam macan di kawasan Gunung Papandayan. Informasi tersebut sempat menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.
Polisi menelusuri video yang beredar tersebut dan menemukan informasi itu tidak terbukti terjadi di Garut. Hasil penelusuran menunjukkan video tersebut merupakan rekaman lama terkait insiden ledakan di wilayah Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.
Polisi juga telah mengkonfirmasi kepada pihak pengelola kawasan wisata Gunung Papandayan dan dipastikan tidak ada kejadian tersebut. Masyarakat tidak perlu khawatir.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai ataupun menyebarluaskan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya," imbaunya.
Ia menjelaskan, video yang beredar sebenarnya berkaitan dengan warga yang menemukan peluru mortir dalam kondisi masih aktif. Tanpa mengetahui bahayanya, korban membuka proyektil tersebut dengan cara dipukul hingga akhirnya terjadi ledakan.

Kepala Seksi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adhi. (ANTARA/HO-Polres Garut)
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak langsung menyebarkan video, foto, maupun tulisan yang belum dapat dipertanggungjawabkan sumber dan kebenarannya.
Jika suatu informasi itu belum dapat dibuktikan kebenarannya, maka masyarakat tidak perlu membagikannya lagi ke orang lain. Sebab, hal itu akan menimbulkan kepanikan dan keresahan di tengah masyarakat.
"Diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan informasi yang diduga merupakan hoaks, sehingga dapat dilakukan klarifikasi dan penelusuran lebih lanjut," ucapnya.