Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy. ANTARA/Rolandus Nampu
WNA Rusia Diculik di Kuta Selatan, Polda Bali Buru Pelaku
Lukman Diah Sari • 10 July 2026 07:40
Denpasar: Polda Bali mengungkap kasus penculikan seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Rusia berinisial AI di kawasan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy mengatakan, pihaknya kini tengah memburu para pelaku.
Ariasandy menuturkan, peristiwa itu terjadi pada Kamis, 2 Juli 2026, sekitar pukul 21.35 WITA. Saat itu, korban baru pulang dari Restoran Hedonist menuju tempat tinggalnya di sebuah vila di Desa Pecatu.
Namun, dalam perjalanan, korban diadang sebuah mobil Nissan Serena berwarna hitam. Dua pelaku yang mengenakan penutup wajah kemudian menyergap korban, memborgol tangannya menggunakan borgol plastik, menutup kepalanya, dan memaksanya masuk ke dalam mobil. Korban selanjutnya dibawa ke sebuah bangunan yang diduga menjadi lokasi penyekapan.
"Berdasarkan keterangan korban, selama hampir 30 jam ia mengalami intimidasi, pemukulan, dan tendangan dari para pelaku," ungkap Ariasandy, melansir *Antara*, Jumat, 10 Juli 2026.

Ilustrasi. Foto: dok. Medcom.
Menurut Ariasandy, kekerasan tersebut diduga dilakukan untuk memaksa korban menyerahkan kata sandi (*password*) akun aset kripto miliknya. Selain itu, telepon genggam milik korban juga dirampas.
Pelaku kemudian memanfaatkan kunci vila milik korban yang berada di dasbor sepeda motor untuk masuk ke Vila Ukulele. Dari lokasi tersebut, pelaku mengambil telepon genggam lain yang diduga digunakan korban untuk mengakses akun aset kripto.
Setelah memperoleh apa yang diinginkan, para pelaku melepaskan korban pada Sabtu, 4 Juli 2026, sekitar pukul 04.00 WITA di depan Rumah Sakit (RS) Universitas Udayana, Jimbaran. Korban kemudian langsung menuju instalasi gawat darurat (IGD) untuk mendapatkan perawatan medis.
Polda Bali yang sebelumnya menerima laporan orang hilang langsung meningkatkan penanganan perkara menjadi laporan polisi terkait dugaan tindak pidana penculikan, penganiayaan, dan pencurian dengan kekerasan.
Penyidik juga mengumpulkan rekaman *Closed Circuit Television* (CCTV) dan melakukan analisis data komunikasi telepon seluler atau *cell dump* di seluruh lokasi yang berkaitan dengan perkara guna melacak keberadaan para pelaku.
Ariasandy mengatakan penyidik masih mendalami identitas pelaku, termasuk memastikan apakah mereka merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) atau WNA. Polisi juga masih menghitung nilai kerugian korban akibat hilangnya aset kripto tersebut.
Saat ini, tim penyidik masih memburu para pelaku dengan menelusuri pergerakan mobil Nissan Serena hitam yang digunakan saat aksi penculikan. Polda Bali menegaskan seluruh laporan, termasuk yang melibatkan WNA, ditangani secara serius sesuai prosedur hukum yang berlaku.