Simak Peran Indonesia di Forum Kesehatan Global WHO di Jenewa

Senior Neonatal Consultant RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Rinawati Rohsiswatmo menjadi perwakilan Indonesia di WHO Jenewa. Foto: dok istimewa.

Simak Peran Indonesia di Forum Kesehatan Global WHO di Jenewa

Ade Hapsari Lestarini • 20 May 2026 06:16

Jenewa: Indonesia kembali mendapat sorotan dalam forum kesehatan global setelah Senior Neonatal Consultant RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Rinawati Rohsiswatmo diundang sebagai panelis dalam roundtable internasional bertajuk "Measuring What Matters, Doing What Works: PHC & Community Entry Points to Accelerate Maternal Health".

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Business Council for International Understanding (BCIU) di sela-sela pertemuan tahunan World Health Assembly ke-79 di Jenewa, Swiss. Partisipasi Indonesia dalam forum strategis ini memperlihatkan pengalaman negara berkembang memiliki posisi penting dalam membentuk arah kebijakan kesehatan global, khususnya dalam upaya mencapai target SDGs bidang kesehatan ibu dan bayi.

Forum ini mempertemukan pemimpin kesehatan global, organisasi internasional, UNICEF, lembaga pembiayaan, hingga praktisi kesehatan lini depan untuk membahas strategi percepatan penurunan kematian ibu dan bayi melalui penguatan layanan kesehatan primer dan komunitas. Selain Indonesia yang diwakili oleh Rinawati, forum ini juga menghadirkan Geoff Ibbotson dari Global Surgery Foundation, Maureen Momanyi dari UNICEF, dan Julius Mbeya dari Lwala Community, Kenya sebagai perwakilan Afrika.

Pengalaman Indonesia membangun jejaring


Dalam diskusi tersebut, Rinawati menekankan tantangan kesehatan ibu di Indonesia tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan rumah sakit semata, tetapi membutuhkan kesinambungan program dari layanan rujukan hingga tingkat komunitas dan masyarakat pengguna layanan.

"Program harus disesuaikan dengan konteks tiap daerah karena inequity masih menjadi tantangan besar. Penguatan komunitas menjadi kunci agar coverage meningkat dan angka kematian ibu serta bayi dapat terus ditekan," ujar Rinawati dalam sesi diskusi, dikutip dalam keterangan resmi, Rabu, 20 Mei 2026.

Kehadiran Rinawati yang juga merupakan mantan Ketua UKK Perinatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia ini merepresentasikan pengalaman Indonesia dalam membangun jejaring pelayanan maternal dan neonatal, termasuk integrasi antara rumah sakit, fasilitas kesehatan primer, dan pendekatan berbasis komunitas.

Forum ini juga menyoroti pentingnya sistem rujukan, penguatan tenaga kesehatan lini depan, serta penggunaan data yang lebih bermakna untuk memastikan intervensi kesehatan ibu benar-benar berdampak pada masyarakat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)