UNFPA dan GGI Gelar Dialog Regional untuk Perangi Kekerasan Terhadap Perempuan

UNFPA dan GGI serta The Japan Foundation Indonesia menggelar Southeast Asia Women Citizen Dialogue Indonesia (SEA-WCD Indonesia) di Jakarta, Senin, 19 Mei 2026. Foto: UNFPA

UNFPA dan GGI Gelar Dialog Regional untuk Perangi Kekerasan Terhadap Perempuan

Muhammad Reyhansyah • 20 May 2026 19:10

Jakarta: United Nations Population Fund (UNFPA) bersama Guardian Girls International (GGI), Guardian Girls Indonesia, dan The Japan Foundation Indonesia menggelar Southeast Asia Women Citizen Dialogue Indonesia (SEA-WCD Indonesia) di Jakarta, Senin, 19 Mei 2026.

Forum regional tersebut membahas percepatan aksi terkait kesetaraan gender, kepemimpinan perempuan, serta pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan di Asia Tenggara. Indonesia menjadi negara anggota ASEAN pertama yang menjadi tuan rumah dialog tersebut.

Co-Founder sekaligus Sekretaris Jenderal GGI, Shin Koyamada, mengatakan Indonesia memiliki peluang untuk menjadi pemimpin regional dalam pemberdayaan perempuan melalui olahraga, budaya, dan aksi komunitas.

“Melalui kemitraan di seluruh Asia Tenggara, kami berharap dapat menciptakan komunitas yang lebih aman, inklusif, dan berkelanjutan bagi perempuan dan anak perempuan,” ujar Shin Koyamada dalam siaran pers yang diterima Metrotvnews.com, Rabu, 20 Mei 2026.

Dialog tersebut mengusung pendekatan pemberdayaan berbasis olahraga untuk menjembatani kesenjangan antara kebijakan dan implementasi di lapangan. Program itu disebut membekali perempuan dan anak perempuan dengan keterampilan fisik maupun psikologis untuk perlindungan diri, meningkatkan rasa percaya diri, kepemimpinan, dan kesejahteraan.

Kepala Perwakilan UNFPA di Indonesia, Hassan Mohtashami, menegaskan upaya mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan menjadi bagian utama mandat organisasi tersebut.

“Ketika perempuan dan anak perempuan aman, percaya diri, dan berdaya, maka seluruh komunitas ikut berkembang,” kata Hassan.


Tingginya Angka Kekerasan Terhadap Perempuan 

UNFPA juga menyoroti masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan di Indonesia. Berdasarkan Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024, sekitar satu dari empat perempuan usia 15-64 tahun pernah mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual sepanjang hidup mereka.

Forum SEA-WCD Indonesia turut mempertemukan perwakilan pemerintah, organisasi internasional, federasi olahraga nasional, dan masyarakat sipil. Mereka membahas tema Dari Kebijakan ke Implementasi: Memajukan Kesetaraan Gender dan Keamanan Perempuan melalui Komunitas dan Olahraga di Asia Tenggara.

Chargé d’Affaires Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Myochin Mitsuru, mengatakan Jepang mendukung kerja sama internasional yang mendorong inklusi dan pemberdayaan perempuan.

“Kami senang mendukung inisiatif yang memperkuat dialog regional dan hubungan antar masyarakat di seluruh Asia Tenggara,” ujar Mitsuru.

Acara yang digelar di The Japan Foundation Indonesia itu juga menghadirkan seminar olahraga Guardian Girls, seperti karate, ju-jitsu, pencak silat, vovinam, judo, dan aikido. Seminar dipimpin instruktur perempuan bersertifikat untuk memperluas keterampilan perlindungan diri dan keterlibatan komunitas.

Direktur Jenderal The Japan Foundation Indonesia, Inami Kazumi, berharap forum tersebut dapat memperkuat kolaborasi regional dan menciptakan dampak sosial positif di Asia Tenggara.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)