Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menjawab pertanyaan pers di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta. Foto: ANTARA/Fath Putra Mulya.
Menkum Pastikan Negara Jamin Keselamatan WNI yang Ditangkap Israel
Fachri Audhia Hafiez • 20 May 2026 16:19
Jakarta: Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas memastikan pemerintah pusat berkomitmen penuh menjamin keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap oleh militer Israel. Sembilan WNI tersebut disergap saat berlayar menuju Gaza, Palestina, dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) pada awal pekan ini.
"Percayalah bahwa negara pasti hadir dan bertanggung jawab terhadap keselamatan warga negara kita yang di luar negeri," kata Supratman saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 20 Mei 2026.
Supratman menegaskan, Kementerian Hukum yang membidangi masalah kewarganegaraan terus bergerak membantu proses penyelamatan dengan berkoordinasi secara intensif bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Pelindungan tersebut tidak hanya ditujukan bagi WNI yang ditahan Israel, melainkan juga untuk para awak kapal MT Honour 25 yang menjadi korban pembajakan di Somalia.
"Sekali lagi, pemerintah di bawah pemerintahan Bapak Presiden lewat Kementerian Luar Negeri, terutama, dan kementerian-kementerian terkait pasti akan melakukan upaya yang sama dan terkoordinasi. Tentu dengan Bapak Menlu nanti akan kita koordinasi," tuturnya.
Sebelumnya, Kemlu mengonfirmasi total WNI yang menjadi korban penculikan pasukan zionis Israel berjumlah sembilan orang. Tiga di antaranya merupakan jurnalis media nasional yang sedang bertugas, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

Relawan yang diculik Israel, Dok Instagram @globalpeaceconvoy.
Merespons krisis tersebut, Menteri Luar Negeri Sugiono memastikan Indonesia telah membangun komunikasi diplomatik dengan perwakilan RI di Timur Tengah serta negara-negara sahabat yang warganya ikut menjadi korban penyergapan GSF.
"Kami meminta tolong kepada rekan-rekan kita, pertama, (negara) yang warga negaranya mengalami nasib serupa, kemudian dengan rekan-rekan kita di Yordania dan Turki," kata Sugiono di lokasi yang sama.
Di sisi lain, pemerintah juga fokus memantau penanganan kapal MT Honour 25 yang dibajak di perairan Hafun, Somalia, sejak 22 April 2026. Berdasarkan pembaruan resmi Kemlu pada Senin, 18 Mei 2026, seluruh WNI di kapal tersebut dipastikan dalam kondisi sehat, kebutuhan logistik terpenuhi, dan hak gaji mereka tetap dibayarkan di tengah proses diplomasi pembebasan.