Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: The White House/Viory
Trump Kembali Picu Kontroversi Lewat Unggahan Gambar AI Bersama Yesus
Muhammad Reyhansyah • 16 April 2026 20:18
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memicu kontroversi setelah mengunggah gambar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya bersama Yesus, di tengah memanasnya polemik dengan Paus Leo XIV.
Gambar yang dibagikan ulang Trump di platform Truth Social memperlihatkan dirinya berdiri di belakang mikrofon dengan latar bendera Amerika Serikat, sementara sosok Yesus digambarkan mendekatkan kepala atau bahkan memeluknya.
Unggahan tersebut disertai keterangan bernada politis, “Kaum kiri radikal mungkin tidak menyukainya, tetapi saya rasa ini cukup bagus.”
Kontroversi ini muncul tak lama setelah Trump menghapus unggahan lain yang menampilkan dirinya sebagai figur mirip Yesus, yang sebelumnya menuai kritik luas. Ia kemudian mencoba meredam polemik dengan menyebut gambar tersebut dimaksudkan sebagai dirinya dalam peran seorang dokter.
“Saya pikir itu saya sebagai dokter. Hanya media palsu yang bisa menafsirkannya seperti itu,” ujar Trump, dikutip dari India Today, Kamis, 16 April 2026.
Ia menambahkan bahwa penghapusan unggahan dilakukan untuk menghindari kebingungan publik.
Trump vs Paus Leo XIV
Di saat yang sama, ketegangan antara Trump dan Paus Leo XIV terus meningkat. Pemimpin Gereja Katolik tersebut, yang dikenal vokal mengkritik perang yang dipicu oleh AS dan Israel terhadap Iran, menegaskan tidak gentar menghadapi tekanan politik.Dalam pidatonya di Aljazair, Paus Leo mengkritik kekuatan global yang dinilainya melanggar hukum internasional, tanpa menyebut negara tertentu. Ia juga memperingatkan potensi kemunduran demokrasi menuju “tirani mayoritas,” serta menegaskan akan terus menyuarakan kritik terhadap konflik di Iran.
Trump merespons dengan nada keras, meminta agar “seseorang memberi tahu Paus Leo” mengenai kekerasan di Iran, sembari menegaskan bahwa kepemilikan senjata nuklir oleh Teheran “sama sekali tidak dapat diterima.” Ia bahkan menyebut Paus sebagai “buruk” dan “lemah” dalam menangani isu global.
Wakil Presiden AS JD Vance turut menanggapi dengan menyatakan bahwa Paus Leo keliru dalam memahami ajaran teologi terkait perang. Sementara itu, Ketua DPR dari Partai Republik Mike Johnson menilai kritik terhadap Paus sebagai hal wajar, mengingat keterlibatan pemimpin gereja dalam isu politik, termasuk konsep “perang yang adil” dalam teologi Kristen.
Di sisi lain, organisasi Katolik Knights of Columbus di Amerika Serikat menyatakan dukungannya terhadap Paus Leo. Mereka menilai seruan perdamaian yang disampaikan Paus mencerminkan ajaran Injil, bukan sekadar sikap politik.
Meski reaksi terhadap unggahan terbaru Trump dilaporkan tidak sebesar kontroversi sebelumnya, insiden ini kembali menyoroti tajamnya perbedaan pandangan antara Gedung Putih dan Vatikan, khususnya terkait isu perang, nilai kemanusiaan, dan peran agama dalam politik global.