Investasi Lingkungan Jadi Bagian dari Penguatan Ekonomi Pesisir

Ilustrasi tanaman mangrove. Foto: Medcom.id/Rizkie Fauzian.

Investasi Lingkungan Jadi Bagian dari Penguatan Ekonomi Pesisir

Ade Hapsari Lestarini • 23 September 2026 22:06

Jakarta: Investasi lingkungan mulai menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kawasan pesisir sekaligus mendukung aktivitas masyarakat yang bergantung pada ekosistem laut. Hal tersebut tercermin dalam kolaborasi Mangrove Jakarta Impact dan Digital Edge Indonesia melalui kegiatan konservasi terpadu di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu.

Memasuki pelaksanaan keempat, kegiatan tersebut mencakup penanaman mangrove, restorasi terumbu karang, pelepasan ikan, serta Beach Cleanup Day. Sebanyak 5.000 bibit mangrove dan 500 terumbu karang menjadi target konservasi dalam kegiatan tersebut. Sementara itu, aksi pembersihan pantai mengumpulkan sekitar 300 kilogram sampah.

Rangkaian kegiatan dirancang dengan menghubungkan tiga ekosistem, yakni mangrove, terumbu karang, dan kawasan pesisir yang menjadi bagian dari ruang hidup masyarakat.

Penanaman mangrove diarahkan untuk mendukung pemulihan vegetasi pesisir, sedangkan restorasi terumbu karang ditujukan untuk mendukung keberlanjutan ekosistem laut. Pelepasan ikan juga dilakukan sebagai bagian dari kegiatan yang berkaitan dengan keanekaragaman hayati perairan.

Founder Mangrove Jakarta Impact Paundra Hanutama mengatakan kegiatan konservasi perlu dilakukan secara konsisten dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

"Kegiatan keempat bersama Digital Edge Indonesia ini menunjukkan konservasi membutuhkan komitmen dan kesinambungan. Kita tidak hanya berbicara tentang menanam 5.000 mangrove atau 500 terumbu karang, tetapi juga bagaimana memastikan setiap aksi memiliki nilai edukasi dan membangun kepedulian masyarakat. Ketika mangrove, terumbu karang, dan kebersihan pantai dijaga secara bersama, kita sedang membangun fondasi lingkungan yang lebih sehat untuk generasi mendatang," ujar Paundra, dalam keterangan tertulis, Rabu, 23 September 2026.

Menurut dia, keterlibatan perusahaan, komunitas, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam pelaksanaan program konservasi. Edukasi, pemantauan, dan tanggung jawab bersama juga diperlukan agar kegiatan lingkungan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
 




 

Dunia usaha dan konservasi pesisir


Dari sisi dunia usaha, kolaborasi tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan perusahaan dalam mendukung upaya konservasi di kawasan pesisir.

Chief Sustainability Officer Digital Edge Indonesia Andrew Rigoli mengatakan kerja sama jangka panjang dengan komunitas menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung perlindungan ekosistem pesisir.

"Sustainability is about taking meaningful action and building long-term partnerships that create positive impact. Through our continued collaboration with Mangrove Jakarta Impact, we aim to support the protection of coastal ecosystems while encouraging our people and partners to participate in environmental initiatives. This fourth activity reflects our commitment to making sustainability part of how we engage with communities and the environment," ujar Andrew.

Kegiatan penanaman, pelepasan ikan, dan pembersihan pantai menjadi bentuk keterlibatan langsung perusahaan dan peserta dalam kegiatan lingkungan. Kolaborasi tersebut juga membuka ruang untuk mengevaluasi kebutuhan konservasi dan mengembangkan program yang disesuaikan dengan kondisi kawasan serta masyarakat setempat.
 

300 kg sampah dikumpulkan


Aksi Beach Cleanup Day menjadi bagian lain dari rangkaian konservasi di Pulau Tidung. Dari kegiatan pembersihan kawasan pantai, sekitar 300 kilogram sampah berhasil dikumpulkan.

Pembersihan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan kawasan pesisir dan meningkatkan pemahaman peserta mengenai dampak sampah terhadap lingkungan pantai dan biota laut.

Pengelolaan sampah juga menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam menjaga kualitas kawasan pesisir, terutama karena wilayah tersebut menjadi bagian dari aktivitas masyarakat dan ekosistem perairan.

Kolaborasi Mangrove Jakarta Impact dan Digital Edge Indonesia di Pulau Tidung telah memasuki pelaksanaan keempat. Program tersebut mencakup penanaman 5.000 mangrove, restorasi 500 terumbu karang, pelepasan ikan, serta pengumpulan sekitar 300 kilogram sampah.

Keberlanjutan program konservasi selanjutnya membutuhkan pemeliharaan, pemantauan, dan evaluasi terhadap kondisi ekosistem setelah kegiatan berlangsung. Langkah tersebut penting agar investasi lingkungan yang dilakukan dapat terus disesuaikan dengan kebutuhan kawasan dan masyarakat pesisir.

(Ade Hapsari Lestarini)