Ilustrasi. Foto: Dok MI
IHSG Dibuka Menguat ke 6.392 Selasa Pagi
Eko Nordiansyah • 22 September 2026 09:20
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami penguatan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa, 22 September 2026, IHSG berada di zona hijau sebesar 6.392,335.
IHSG dibuka dibuka menguat 7,61 poin atau 0,12 persen. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,22 poin atau 0,03 persen ke posisi 634,07.
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.15 WIB, IHSG menguat sebanyak 27,816 poin setara 0,44 persen ke level 6.412,540. IHSG berada di level tertinggi 6.415 dan terendah di 6.378.
Sebanyak 278 saham menguat pada perdagangan pagi ini. Adapun sebanyak 209 saham emiten lainnya melemah, dan 227 saham stagnan.
Untuk sementara, total transaksi yang tercatat sebanyak Rp1,502 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 3,727 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp11.239,234 triliun.
Baca Juga :
Rupiah Dibuka ke Rp17.874/USD
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
IHSG diperkirakan masih tertekan
Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin, 21 September 2026, IHSG ditutup melemah 56,43 poin atau 0,87 persen ke level 6.384,73.Pelemahan IHSG terutama akibat tekanan jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti BYAN, BBCA, TLKM, BBRI, dan BMRI, sehingga penurunan saham-saham tersebut memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan indeks.
Pelemahan IHSG juga diperkuat oleh aksi jual bersih investor asing sekitar Rp510 miliar serta penurunan pada sektor infrastruktur, energi, barang konsumer primer, dan barang baku.
Di sisi lain, investor cenderung menahan diri dan bersikap hati-hati menjelang keputusan suku bunga Bank Indonesia, ditambah ketidakpastian geopolitik global yang masih menjadi perhatian pasar.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat, tercermin dari Dow Jones naik 0,71 persen, S&P 500 menguat 1,49 persen, dan Nasdaq melonjak 2,26 persen.
Presiden AS Donald Trump menyatakan terbuka untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela-sela Sidang Umum PBB.
Di sisi lain, aktivitas pengiriman minyak Arab Saudi dari kawasan Teluk Persia meningkat tajam selama akhir pekan. Harga minyak mentah dan produk olahan kembali turun dari level puncaknya bulan ini, sehingga mengurangi tekanan terhadap pasar obligasi.
Penurunan biaya kredit juga memperbaiki prospek perusahaan teknologi besar (AI hyperscalers) untuk terus menerbitkan utang dalam jumlah besar guna membiayai ekspansi AI, sehingga turut menopang saham produsen chip dan perusahaan infrastruktur AI.
Optimisme semakin kuat setelah Meta menunjukkan tanda-tanda keberhasilan pada teknologi AI agent barunya, yang meningkatkan ekspektasi terhadap permintaan chip.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan masih cenderung tertekan seiring terus berlanjutnya aksi jual investor asing di pasar saham domestik,” sebut analis FAC Sekuritas dalam risetnya.