Perusahaan Perkuat Budaya SDM Lewat Kegiatan Sosial

Ilustrasi. Foto: Jadibumn.id

Perusahaan Perkuat Budaya SDM Lewat Kegiatan Sosial

Husen Miftahudin • 25 September 2026 13:49

Jakarta: Manajemen sumber daya manusia (SDM) tidak hanya berkaitan dengan produktivitas dan kompetensi karyawan. Nilai kemanusiaan, empati, serta kepedulian terhadap sesama juga menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan kerja.

Pandangan tersebut tercermin dari keterlibatan karyawan dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Partisipasi karyawan secara sukarela dinilai dapat menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun kepedulian sekaligus memperkuat nilai-nilai positif di lingkungan kerja.

Direktur Human Resources and General Affairs (HRGA) WOOK Group Rosita mengatakan, pengelolaan SDM perlu memperhatikan aspek kemanusiaan di samping pencapaian kinerja dan pengembangan kompetensi.

"Manajemen sumber daya manusia tidak hanya tentang produktivitas dan kompetensi, tetapi juga tentang membangun nilai kemanusiaan, empati, dan kepedulian," ungkap Rosita dalam keterangan tertulis, Kamis, 24 September 2026.

Keterlibatan karyawan dalam kegiatan sosial dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan empati terhadap kondisi masyarakat di luar lingkungan pekerjaan. Nilai tersebut juga dapat menjadi bagian dari pembentukan budaya perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian bisnis.

Melalui kegiatan kemanusiaan, karyawan memiliki ruang untuk berkontribusi secara langsung sekaligus memahami pentingnya kepedulian sosial. Hal ini menjadi bagian dari pengembangan karakter dan nilai bersama di lingkungan kerja.
 


BNPB Ungkap Penanganan Karhutla dan Banjir di Sulawesi dan Sumatra

(Ilustrasi penanganan karhutla. Foto: dok Metrotvnews/com)

 

Bantu korban karhutla dan gempa


Terkait hal tersebut, WOOK Group menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan disalurkan lewat lembaga filantropi Dompet Dhuafa.

Bantuan tersebut ditujukan untuk tanggap darurat dan pemulihan pascabencana, mulai dari obat-obatan, kebutuhan pokok, dan dapur bersih hingga dukungan pendidikan bagi anak-anak terdampak.

"Keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat kita berikan kepada masyarakat," jelas Founder WOOK Group Xu Long Hua.

Ketua Tim CSR WOOK Group Junaidi menjelaskan, bantuan tunai dapat digunakan untuk membeli obat-obatan, kebutuhan pokok, operasional dapur bersih, dan kebutuhan pemulihan lainnya.

Selain uang tunai, perusahaan juga menyerahkan alat tulis merek M&G senilai Rp56 juta untuk anak-anak di wilayah terdampak. "Recovery pascabencana tidak hanya tentang kebutuhan dasar. Anak-anak juga harus tetap memiliki kemudahan untuk kembali belajar," kata Junaidi.

Direktur Mobilisasi dan Sumberdaya Dompet Dhuafa Etika Setiawanti menyampaikan apresiasi kepada WOOK Group dan karyawannya atas dukungan terhadap penanganan dan pemulihan warga terdampak bencana.

(Husen Miftahudin)