Tangkapan layar rekaman video cahaya misterius di langit Teheran. (Istimewa)
Viral di Medsos, Cahaya Misterius Mirip UFO Terbang di Langit Teheran
Riza Aslam Khaeron • 21 September 2026 19:47
Teheran: Rekaman video yang memperlihatkan objek bercahaya tak dikenal di langit malam Teheran dan Mashhad pada 20 September 2026 beredar luas di media sosial Iran, mengutip laporan media lokal bne IntelliNews biro Teheran pada 21 September 2026.
Rekaman tersebut menyebar di tengah situasi ruang udara ibu kota yang terus bergejolak akibat serangan AS dan Israel sejak 28 Februari. Kehadiran pesawat nirawak (drone) telah menjadi pemandangan harian selama tujuh bulan terakhir, memicu spekulasi mengenai penggunaan teknologi militer terbaru AS di atas kota berpenduduk 10 juta jiwa tersebut.
Hingga saat ini, belum ada pejabat Iran yang memberikan keterangan resmi terkait keberadaan objek, ketinggian, maupun jalur penerbangannya, dan belum ada rekaman yang diverifikasi secara independen.
Salah satu video yang beredar dikaitkan dengan lokasi Jalan Tol Azadegan. Rekaman tersebut menampilkan sekelompok cahaya berwarna yang bergerak dan berpindah posisi, dengan sedikitnya dua objek berbeda yang berhasil terdokumentasi.
Dalam rekaman suara video tersebut, terdengar seorang pengguna mengucapkan frasa keagamaan sebelum menambahkan kalimat, "Itu UFO," dalam bahasa Persia. Namun, laporan media menyebutkan bahwa kualitas dan sudut pengambilan video tidak memungkinkan untuk mengukur dimensi, ketinggian, jarak, maupun kecepatan objek tersebut.
Video Kedua dari Mashhad
Video kedua yang berasal dari Mashhad memperlihatkan fenomena udara tak dikenal (Unidentified Aerial Phenomena/UAP) jenis lain di atas kota wilayah timur Iran dekat perbatasan Turkmenistan. Pengguna media sosial lokal menyampaikan berbagai dugaan, mulai dari formasi drone, pesawat terbang, hingga layang-layang.Sebagian pengguna menyebutkan bahwa video di Mashhad memperlihatkan pesawat komersial biasa, yang dapat dikenali dari lampu navigasi hijau dan merah di ujung sayap.
Sementara itu, pengguna lain yang meneliti rekaman menggunakan alat verifikasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) memperoleh hasil bahwa video tersebut tampak asli dan menyerupai drone berlampu, meski resolusi gambar yang rendah menyulitkan penarikan kesimpulan secara pasti.
Tanpa adanya data waktu, posisi, atau radar yang presisi, kemungkinan video tersebut dibuat menggunakan AI juga belum dapat sepenuhnya dikesampingkan.
Insiden Mehrabad 1976

Jet F-4 Phantom milik Iran. (Mehr News Agency)
Penampakan ini kembali memicu ingatan publik pada Insiden Mehrabad September 1976. Kala itu, pesawat jet F-4 Phantom milik Angkatan Udara Iran dikerahkan setelah menara kontrol melaporkan objek sangat terang di atas Teheran.
Pilot yang bertugas melaporkan adanya pancaran cahaya kuat, gangguan pada sejumlah sistem instrumen pesawat, serta keberadaan empat sumber cahaya yang terpisah. Insiden yang terjadi sebelum era revolusi tersebut belum pernah dijelaskan secara resmi oleh pemerintah Republik Islam Iran, meski berkas rahasia dari era 1980-an telah ada.
Kendati demikian, tidak ada keterkaitan yang terkonfirmasi antara insiden masa lalu tersebut dengan penampakan saat ini.
Pihak berwenang Iran juga tidak memberikan konfirmasi mengenai apakah pemerintah tengah menguji coba jenis drone terbaru. Penggunaan drone sendiri menjadi identik dengan Iran sejak konflik dengan AS pecah serta adanya pasokan drone Shahed berbiaya rendah ke Rusia.
Klaim UFO Iran di Pantai AS
Sebelumnya, pada laporan IntelliNews tahun 2024, beberapa pejabat AS sempat mengeklaim bahwa Iran mengoperasikan UFO di lepas pantai Atlantik Amerika Serikat, klaim yang saat itu langsung dibantah oleh para ahli penerbangan.Anggota DPR AS, Jeff Van Drew, dalam wawancara dengan Fox News pada Desember 2024, mengeklaim telah menerima data intelijen yang mendukung pernyataan tersebut, walaupun pernyataan itu menuai skeptisisme di media sosial.
Sebelumnya, Van Drew juga menuduh Iran, dengan dugaan dukungan dari Tiongkok, telah mengerahkan kapal induk yang bertanggung jawab atas penampakan objek udara tak dikenal di ruang udara New Jersey.
"Kita memiliki masalah serius dengan wilayah udara kita," ujar Van Drew dalam sidang Komite Transportasi dan Infrastruktur DPR AS.
"Penampakan drone tak dikenal baru-baru ini di New Jersey, negara bagian asal saya, beralasan menimbulkan kekhawatiran publik yang sangat besar," tambahnya.
FBI kemudian dipanggil untuk menyelidiki masalah tersebut. Namun, dalam persidangan bersama komite Kongres AS pada 10 Desember, pihak FBI menyatakan belum dapat mengidentifikasi objek yang dimaksud.
"Kami tidak tahu apa objek-objek tersebut," kata Asisten Direktur Grup Respons Insiden Kritis FBI, Robert Wheeler Jr, saat memberikan kesaksian di hadapan anggota parlemen.
"Saya tidak memiliki jawaban mengenai siapa yang bertanggung jawab, namun kami sedang menyelidikinya secara aktif," tambahnya