Gus Ipul: Tidak Ada Peserta Susupan di Muktamar NU

Ketua Organizing Committee Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf (tengah) dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (3/9/2026). ANTARA/Asep Firmansyah

Gus Ipul: Tidak Ada Peserta Susupan di Muktamar NU

Achmad Zulfikar Fazli • 3 September 2026 18:16

Jakarta: Ketua Organizing Committee Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan penyelenggaraan muktamar di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, berjalan lancar dan tidak ada peserta susupan. Peserta yang mengikuti rapat pleno maupun rapat komisi diproses bertahap mulai dari penerbitan surat keputusan (SK), daftar peserta sementara, hingga ditentukan daftar peserta tetap.

“Pesertanya pun tidak ada susupan,” tegas Gus Ipul saat konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis, 3 September 2026.

Menurut dia, panitia menerapkan sistem pemantauan kartu peserta berbasis chip dan AI. Sehingga, celah peserta susupan yang tidak memiliki ID bisa masuk ke lokasi muktamar bisa direduksi.

Gus Ipul menyebut penerapan sistem kepesertaan tersebut pertama kali dalam penyelenggaraan muktamar. Dia berharap sistem ini menjadi warisan untuk terus dikembangkan pada penyelenggaraan muktamar mendatang.

“Mudah-mudahan ini menjadi legacy, menjadi satu warisan yang baik untuk bisa dikembangkan pada muktamar-muktamar yang akan datang,” kata Gus Ipul.

Kader GP Ansor berbaris menjaga jalannya Muktamar ke-35 NU di Ponpes Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. ANTARA/HO-GP Ansor

Terkait penyelenggaraan muktamar, dia memastikan secara umum berjalan lancar. Proses penyusunan panitia, perencanaan penyelenggaraan, dukungan pembiayaan, hingga tempat penyelenggaraan melalui rapat-rapat di tingkat PBNU.

“Alhamdulillah telah selesai muktamar berjalan dengan baik. Seluruh agenda yang sudah disusun dapat dilaksanakan secara keseluruhan dengan dukungan fasilitas yang mencukupi, tata kelola yang baik, dan dukungan pembiayaan yang juga mencukupi. Ini adalah hal-hal yang patut disyukuri,” kata Gus Ipul.

(Achmad Zulfikar Fazli)