Kronologis Penembakan Pesawat Smart Air di Boven Digoel, Dua Orang Tewas

Pesawat Smart Air dengan nomor penerbangan PK-SNR ditembak KKB di Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Kamis (11/2). ANTARA/HO/Dokumentasi

Kronologis Penembakan Pesawat Smart Air di Boven Digoel, Dua Orang Tewas

Lukman Diah Sari • 11 February 2026 16:17

Jakarta: Peristiwa penembakan terjadi terhadap pesawat komersial maskapai Smart Air di Bandara Korowai Batu atau Danau Wage, Distrik Kombai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu, 11 Februari 2026. Insiden itu mengakibatkan dua orang meninggal dunia, yakni pilot dan kopilot. 

Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito mengatakan, Polres Boven Digoel menerima informasi awal terkait insiden penembakan tersebut sekitar pukul 11.00 WIT. Peristiwa itu dilaporkan terjadi di Bandara Korowai Batu atau Danau Wage.

“Pada saat mendarat, pesawat mendapat penyerangan berupa penembakan dari arah hutan samping areal bandara,” ujar Cahyo kepada Metrotvnews.com, Rabu, 11 Februari 2026.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito. Dokumentasi/ Polda Papua

Dia menuturkan penembakan menyasar pesawat komersial jenis Caravan milik Smart Air dengan nomor registrasi PKS-NR. Pesawat tersebut dipiloti Kapten Egon Erawan dan Kopilot Kapten Bas Koro. 

"Pesawat membawa 13 penumpang," kata Cahyo. 

Cahyo menuturkan pesawat berangkat dari Bandara Tanah Merah pukul 10.35 WIT. Saat hendak mendarat di Bandara Korowai Batu, pesawat mendapat serangan berupa tembakan dari arah hutan di samping area bandara.

Selang beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 13.27 WIT, Polres Boven Digoel menerima informasi adanya korban jiwa akibat insiden tersebut. Dua orang tewas merupakan pilot dan kopilot.

"Sehubungan dengan kejadian tersebut, Polda Papua telah berkoordinasi dengan Satuan Tugas Operasi Damai Karten dan akan mengirimkan tim yang akan dipimpin oleh Bapak Waka Polda Papua,"ungkap dia.

Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami kasus penembakan pesawat Smart Air tersebut serta melakukan langkah-langkah penanganan di lapangan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)