MBG Turut Dirancang Meningkatkan Perekonomian Warga di Daerah

Sosialisasi Makan Bergizi Gratis (MBG) digelar di DKM Daarul Falah Sawolo pada Sabtu, 7 Februari 2026 dan dihadiri ratusan warga. Dokumentasi/ istimewa.

MBG Turut Dirancang Meningkatkan Perekonomian Warga di Daerah

Deny Irwanto • 9 February 2026 17:27

Cianjur: Upaya memperluas manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan di berbagai daerah, termasuk di Desa Kertajaya, Kecamatan Tanggeung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Program ini disosialisasikan sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk mendorong pemerataan gizi sekaligus memperkuat kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

"Program MBG sangat baik untuk membangun generasi yang akan datang, karena tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan makan anak-anak, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kesehatan, kecerdasan, dan kualitas sumber daya manusia Indonesia," kata Anggota Komisi IX DPR, Neng Eem Marhamah Zulfa dalam keterangan pers dikutip, Senin, 9 Februari 2026.

Sosialisasi MBG digelar di DKM Daarul Falah Sawolo pada Sabtu, 7 Februari 2026 dan dihadiri ratusan warga. Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran peserta yang didominasi keluarga, tokoh masyarakat, dan tokoh agama yang ingin mengetahui langsung skema serta manfaat program tersebut.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Neng Eem Marhamah Zulfa yang bergabung melalui zoom meeting, Kepala KPPG Bogor Haidir, Perwakilan DPC Perempuan Bangsa Rusmiati Muchtar, serta pengurus DKM dan tokoh lokal.


Sosialisasi Makan Bergizi Gratis (MBG) digelar di DKM Daarul Falah Sawolo pada Sabtu, 7 Februari 2026 dan dihadiri ratusan warga. Dokumentasi/ istimewa.

Dalam pemaparannya MBG disebut sebagai program strategis nasional yang mendukung visi Generasi Emas Indonesia 2045 melalui penguatan gizi sejak dini.

Selain berdampak pada pemenuhan gizi anak usia sekolah, program ini juga dirancang memberi efek ekonomi langsung di tingkat lokal. Warga sekitar dapat terlibat dalam operasional dapur sehat dan rantai pasok bahan pangan.

"Dengan skema yang berjalan saat ini, program MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak usia sekolah, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan di sekitar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kehadiran dapur-dapur MBG diharapkan mampu memutar roda perekonomian masyarakat di sekitarnya, mulai dari tenaga kerja, pemasok bahan pangan, hingga pelaku usaha local," jelas Neng Eem.

Program MBG menyasar penerima manfaat yang lebih luas, tidak hanya pelajar, tetapi juga balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Pendataan menjadi faktor penting agar penyaluran tepat sasaran dan berkelanjutan.

"Saya mengajak ibu-ibu yang masuk dalam kategori tersebut, terutama yang belum menerima manfaat, untuk melaporkan dan memberikan data kepada kami. Data ini sangat penting bagi Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai dasar perencanaan program," ungkap Neng Eem.

Pelaksanaan MBG di daerah diakui masih menghadapi tantangan, mulai dari infrastruktur hingga distribusi pangan. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar manfaat program gizi ini bisa dirasakan lebih merata, termasuk di wilayah Cianjur selatan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Deny Irwanto)