Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (kedua dari kanan). Foto: Metro TV/Richard Alkhalik
BI Pastikan Ketahanan Ekonomi Tetap Solid di Tengah Gejolak Global
Richard Alkhalik • 7 May 2026 21:58
Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memastikan ketahanan eksternal ekonomi nasional tetap solid di tengah eskalasi konflik timur tengah maupun ketidakpastian ekonomi global.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) II Tahun 2026 yang digelar di Kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.
Ia mengatakan fundamental yang kokoh tersebut tercermin dari surplus neraca perdagangan pada kuartal pertama yaitu Januari-Maret 2026 yang menembus angka USD5,5 miliar, ditopang kuat oleh sektor nonmigas.
Di sisi lain, laju inflasi pada April 2026 juga terjaga di level rendah yakni 2,42 persen. Angka ini sejalan dengan sasaran inflasi nasional pada rentang 2,5 plus minus satu persen.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Aliran modal asing masuk RI
Perry juga menambahkan adanya aliran modal asing yang kembali masuk atau capital inflow ke instrumen pasar keuangan domestik.Sepanjang kuartal kedua hingga 3 Mei 2026, aliran dana segar yang masuk menembus USD3,3 miliar, berpusat pada instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN). Padahal, pada kuartal sebelumnya sempat terjadi aliran modal keluar sebesar USD1,7 miliar.
Adapun cadangan devisa nasional pada akhir Maret 2026 dilaporkan sangat memadai di posisi USD148,2 miliar. Gubernur BI tersebut menutup paparannya dengan keyakinan terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depan yang akan jauh lebih baik.
Perry menjelaskan bahwa ketahanan nilai tukar Rupiah saat ini masih terjaga dan tingkat pelemahannya tergolong sepadan jika dikomparasikan dengan mata uang negara lain.
"Bank Indonesia terus berkoordinasi dengan pemerintah fiskal moneter maupun juga koordinasi dengan KSSK bahwa Indonesia fundamentalnya kuat optimisme bahwa akan lebih baik dan kita terus bersinergi erat meyakinkan Indonesia berdaya tahan kuat dan terus optimis untuk ekonomi kita akan terus membaik ke depan," pungkasnya.