Pengiriman Sampah Pasar Jakarta ke Bantargebang Ditargetkan Turun

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Aris Setya.

Pengiriman Sampah Pasar Jakarta ke Bantargebang Ditargetkan Turun

Muhammad Alvi Randa • 11 May 2026 11:35

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan pengurangan volume sampah pasar yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Strategi ini akan diterapkan melalui program pemilahan dan pengolahan sampah mandiri di ratusan pasar tradisional yang tersebar di wilayah Ibu Kota.

“Dari pasar-pasar yang dikelola Pasar Jaya, ada 153 pasar. Kurang lebih ada 500 ton sampah yang selama ini di kirim ke Bantargebang,” ujar Pramono saat meninjau pengolahan sampah di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin, 11 Mei 2026.
 


Pramono optimistis pengolahan sampah yang diselesaikan langsung dari sumbernya dapat memangkas beban pengiriman ke tempat pembuangan akhir secara signifikan. Program ini merupakan tindak lanjut dari gerakan pemilahan sampah yang sebelumnya telah dicanangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Dalam pelaksanaannya, Pemprov DKI menggandeng Pasar Jaya, pihak swasta, hingga elemen masyarakat untuk mengintegrasikan pengelolaan sampah organik dan anorganik. Pramono menjelaskan, hasil olahan sampah pasar tersebut nantinya akan diubah menjadi produk bernilai guna seperti pupuk organik cair dan kompos.

“Targetnya adalah pengolahan sampah ini bekerja sama dengan Pupuk Indonesia. Produknya nanti akan dimanfaatkan untuk kebutuhan pertamanan di seluruh wilayah Jakarta,” kata Pramono.


Ilustrasi tumpukan sampah. Foto: Dok. Antara.

Kebijakan ini dipastikan tidak hanya menyasar 153 pasar di bawah naungan Pasar Jaya, namun juga akan diterapkan di sekitar 100 pasar nonpasar Jaya lainnya. Selain sektor pasar, Pemprov DKI berencana memperluas jangkauan program ke sektor hotel, restoran, dan kafe (HoReCa) guna mendukung Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan Sampah.

Dia juga menegaskan bahwa program pemilahan sampah harus berjalan secara konsisten dan berkelanjutan. Ia berharap sinergi ini mampu menciptakan wajah Jakarta yang lebih bersih, hijau, dan ramah lingkungan melalui manajemen sampah yang lebih modern.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)