Purbaya bakal Doakan Pertumbuhan Ekonomi RI Makin 'Ngebut' saat Tunaikan Ibadah Haji

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: MI/Insi.

Purbaya bakal Doakan Pertumbuhan Ekonomi RI Makin 'Ngebut' saat Tunaikan Ibadah Haji

Insi Nantika Jelita • 6 May 2026 17:44

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bakal menunaikan ibadah Haji 2026 pada Jumat, 21 Mei 2026. Purbaya menyampaikan bakal mendoakan pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin cepat saat menjalani rukun Islam kelima tersebut.

“Iya doanya pertumbuhan ekonomi makin cepat,” kata Purbaya dikutip dari Media Indonesia, Rabu, 6 Mei 2026.

Eks Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu sesumbar Indonesia telah keluar dari kutukan pertumbuhan stagnan 5 persen. Keyakinan tersebut berkat pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama 2026 mencapai 5,61 persen.

Capaian tersebut, menurutnya, menjadi sinyal kuat bahwa momentum pertumbuhan mulai terbentuk. “Kalau saya bilang, kita sudah keluar dari kutukan pertumbuhan 5% Kita harapkan ke depan makin cepat, kita akan jaga momentum yang ada,” ujar bendahara negara.

Meski demikian, Purbaya juga mengingatkan pentingnya dukungan publik terhadap kebijakan ekonomi pemerintah. Ia menilai kondisi fiskal Indonesia sejatinya cukup solid, termasuk defisit yang tetap terkendali, meskipun kerap mendapat persepsi negatif. 

“Teman-teman juga bantu doain dong, jangan dijelek-jelekin terus. Fiskal bagus dibilang jelek,” ungkap Purbaya.

Ia menegaskan, jika dibandingkan dengan negara lain di kawasan Asia maupun global, kinerja fiskal Indonesia tergolong baik. Bahkan, capaian pertumbuhan 5,61% dinilainya sebagai sesuatu yang luar biasa. 

"Kalau saya bilang sih keajaiban ya. Dengan anggaran yang sama, tanpa uang tambahan, kita bisa menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat,” sebut Purbaya.

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. Foto: Medcom.id.

Purbaya menjelaskan, percepatan tersebut salah satunya didorong oleh optimalisasi kebijakan, termasuk pengelolaan likuiditas dari Bank Indonesia ke sektor perbankan, serta berbagai program pemerintah lainnya. Menurutnya, strategi ini memungkinkan pertumbuhan ekonomi didorong tanpa tambahan anggaran besar.

Ke depan, pemerintah tetap mengacu pada target pertumbuhan dalam APBN sebesar 5,4%, namun akan terus diupayakan agar bisa mendekati 6% hingga akhir tahun. Ia optimistis target tersebut dapat tercapai seiring mulai berjalannya berbagai program baru. 

“Dengan strateginya cukup pas dan cukup akurat, harusnya tentunya akan lebih cepat (pertumbuhan ekonomi),” ujar Purbaya.

Sejumlah program yang masih dalam tahap awal, seperti koperasi desa dan nelayan, dinilai akan semakin efektif dalam mendorong ekonomi ke depan. Program tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat distribusi, tetapi juga menjaga stabilitas harga di berbagai daerah.

Selain itu, pemerintah juga akan memastikan sektor manufaktur dan swasta dapat bergerak lebih cepat pada kuartal II 2026. Dukungan pembiayaan akan diberikan secara selektif, terutama bagi industri yang memiliki prospek baik. 

“Kita akan pastikan mereka dapat financing yang cukup kalau mereka butuh. Tapi kalau prospeknya jelek ya enggak akan kita kasih,” tegas Purbaya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)