Dari Kalbar, Prabowo Langsung Pimpin Rapat Karhutla di Palangka Raya

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan Karhutla di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Foto: tangkapan layar YouTube Setpres.

Dari Kalbar, Prabowo Langsung Pimpin Rapat Karhutla di Palangka Raya

Gabriella Thesa Widiari • 22 August 2026 16:14

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah usai meninjau kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kedatangannya ini masih terkait penanganan karhutla di Kalimantan.

Dari pantauan YouTube Sekretariat Presiden, setibanya di Kalimantan Tengah, Kepala Negara langsung memimpin rapat terbatas (ratas) di Posko AJU Palangka Raya, Sabtu, 22 Agustus 2026. Prabowo didampingi oleh Menteri Sekretaris Negera (Menseskab) Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. 

Dalam rapat tersebut, Kepala Negara mendengarkan laporan dari Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD), serta pemangku kepentingan terkait. 

Sebelumnya, Seskab Teddy dalam keterangannya menyampaikan bahwa keberangkatan Presiden ke Kalimantan dilakukan untuk mengecek dan memimpin langsung penanganan serentak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Sehari sebelumnya, Prabowo telah memberikan instruksi kepada para pejabat utama TNI dan Polri untuk turun langsung menangani karhutla di empat provinsi terdampak. Pembagian tugas dilakukan agar upaya pemadaman dan penanganan di lapangan dapat berlangsung lebih cepat dan terkoordinasi.

Di Kalimantan Barat, Presiden menugaskan Panglima TNI dan Kapolri. Sementara itu, penanganan di Kalimantan Tengah dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dan Wakapolri.

Untuk Kalimantan Selatan, Presiden menugaskan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) bersama Asisten Utama Operasi (Astamaops) Polri. Adapun di Kalimantan Timur, Wakil Panglima TNI dan Komandan Korps Brimob Polri ditugaskan untuk memimpin penanganan di lapangan.


Presiden Prabowo Subianto saat meninjau karhutla di Kalimatan Barat. Foto: BPMI Setpres. 

Pengerahan para pejabat utama tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan seluruh unsur bergerak dalam satu komando. Pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat setempat didorong untuk bekerja bersama menghadapi karhutla.

Presiden juga menekankan pentingnya kecepatan dalam menangani kebakaran agar dampaknya tidak semakin meluas. Penanganan harus dilakukan secara optimal sehingga masyarakat dapat segera kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal.

“Presiden menginstruksikan agar penanganan karhutla dilakukan secepat dan seoptimal mungkin sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal,” demikian keterangan Sekretariat Kabinet melalui akun instagram resminya @sekretariat.kabinet, Sabtu, 22 Agustus 2026.

(Gabriella Thesa Widiari)