Keterbatasan Bibit Awan Jadi Kendala Modifikasi Cuaca Pemadaman Karhutla

Ilustrasi pemadaman karhutla. Foto: Istimewa.

Keterbatasan Bibit Awan Jadi Kendala Modifikasi Cuaca Pemadaman Karhutla

Metro TV • 25 August 2026 21:18

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan sejumlah kendala pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan. Salah satunya, kurangnya bibit awan sehingga operasi modifikasi cuaca (OMC) sulit dilakukan.

"Kita tidak mudah membuat operasi modifikasi cuaca karena memang bibit awan tidak ada di atmosfer,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers daring, Selasa, 25 Agustus 2026.

Berton menjelaskan, kelembaban udara yang kering ini dan hari tanpa hujan juga menyebabkan sulitnya penanganan karhutla, sehingga api mudah menjalar. Diketahui, Indonesia tengah memasuki musim kemarau panjang.

Meski begitu operasi udara dan modifikasi cuaca untuk mempercepat pemadaman karhutla terus diupayakan. BNPB mencatat, 52 armada udara dikerahkan untuk mengatasi karhutla.


Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan. Foto: Dok. BNPB.

Rinciannya yaitu 30 armada di Kalimantan dan 22 di Sumatera. Armada udara ini memiliki fungsi untuk patroli serta water bombing guna memadamkan api.

"Kami juga akan tetap melaksanakan OMC ketika ada syarat terpenuhi seperti adanya bibit awan di atmosfer, sehingga ini memungkinkan adanya hujan buatan,” kata Berton.

(Afifah Alfina)

(Gabriella Thesa Widiari)